logo


We Can I Can, Motivasi Perangi Kanker Jelang Hari Kanker Sedunia

Sebanyak 14,1 juta kasus kanker baru justru bermunculan dengan total jumlah kematian mencapai 8,2 juta akibat kanker.

26 Januari 2017 10:37 WIB

shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jelang Hari Kanker sedunia pada 4 Februari mendatang, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sedang mempersiapkan kegiatan untuk menyambutnya. 'Kita Bisa. Aku Bisa' dipilih sebagai tema dalam peringatan hari Kanker sedunia tahun ini.

Harapan dari memperingati Hari Kanker sedunia kali ini adalah berupaya untuk menjangkau masyarakat secara kolektif maupun individual untuk menjalankan peranannya masing-masing dalam rangka mengurangi beban akibat kanker.

Sebagai gambaran, pemerintah sendiri telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 144,7 miliar pada periode 2012.


Toshiba Luncurkan Produk Laptop Bisnis Tertipis Generasi Ketujuh

Seperti yang dirilis oleh Globocan 2012, sebanyak 14,1 juta kasus kanker baru justru bermunculan dengan total jumlah kematian mencapai 8,2 juta akibat kanker. Diramalkan jumlah tersebut akan terus meningkat dengan kisaran angka penderita kasus kanker baru pada 2030 mencapai 23,6 juta.

Akan terus meningkat jumlahnya jika sejumlah pihak hanya berdiam dan tidak melakukan sesuatu.

Hal sederhana untuk mengatasi kanker yang paling mudah ialah dengan berani menerapkan pola hidup sehat. Organisasi kesehatan dunia WHO berdasarkan UICC menyatakan, sekurang-kurangnya 43 persen potensi terserang kanker dapat dicegah hanya dengan melakukan pola hidup sehat. Juga, sebanyak 30 persen kasus dapat disembuhkan andaikan segera diobati lebih dini.

Sejauh ini yang kerap menjadi tantangan bagi para penggerak anti kanker adalah banyaknya informasi penanggulangan kanker yang tersebar namun tapi jelas sumbernya, atau tak bisa dipertanggungjawabkan.

Parahnya, info yang berseliweran di tengah masyarakat itu justru menyeret ke arah yang menyesatkan. Hingga akhirnya informasi tersebut malah mengendapkan para ppenderita kanker ke bilik-bilik pengobatan alternatif. Merasa kondisi tak kunjung membaik, akhirnya pengidap kanker pergi ke rumah sakit.

Sayangnya, kebanyakan dari kasus seperti itu, kondisi penderita sudah parah lantaran telat untuk mendapatkan penanganan dini. Hal seperti itu pula yang membuat angka keberhasilan mengobati kanker terus merosot yang segaris pula dengan kian eningkatnya jumlah biaya yang dikeluarkan.

Untuk itu dalam peringatan Hari Kanker sedunia mendatang, diharapkan masing-masing anggota masyarakat memiliki kekuatan untuk melakukan tindakan dalam rangka mengurangi dampak kanker. Hari Kanker seduniaadalah kesempatan guna merefleksikan upaya perubahan dan perjuangan melawan kanker.

'Kita Bisa. Aku Bisa' sendiri adalah bentuk implementasi Komite Penanggulangan Kanker Nasional Kementerian Kesehatan RI. Termasuk dengan mengadakan rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Peduli Kanker.

Pada puncak acara, yakni pada 4 Februari mendatang, akan dilakukan secra bersama-sama #daceforcancer, 'dance with us to show you care'. Kesemua kegiatan di atas bakal diikuti oleh seluruh survivor beserta tenaga medis, simpatisan peduli kanker dan masyarakat luas.

Ini adalah bentuk kegiatan kebersamaan yang diharapkan dapat menggugah kepedulian secara luas terhadap kanker. Sehingga pada akhirnya, masyarakat bisa lebih waspada dan cerdas dalam menyikapi ancaman membunuh dari kanker.

ASISINDO Bentuk 'Smart City Center' di Mangga Dua Square Jakarta

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah