logo


OJK Dorong Bank Bangun Cabang Digital

OJK Dorong Bank Bangun Cabang Digital

25 Januari 2017 16:25 WIB

Pegawai Otoritas Jasa Keuangan bekerja di ruang Pusat Pelayanan Konsumen Keuangan Terintegrasi OJK.
Pegawai Otoritas Jasa Keuangan bekerja di ruang Pusat Pelayanan Konsumen Keuangan Terintegrasi OJK. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengarahkan perbankan menerapkan layanan perbankan digital untuk membentuk digital branch. Digital branch sendiri merupakan kantor atau unit bank yang secara khusus menyediakan dan melayani transaksi dengan cara digital.

OJK sudah mengumumkan Panduan Penyelenggaraan Digital Branch oleh Bank Umum melalui surat No S-98/PB.1/2016 yang bertanggal 21 Desember 2016. Digital branch dapat dibedakan menjadi tiga. Yaitu, kantor cabang pembantu (KCP) digital, kantor kas (KK) digital, dan gerai digital

”Kalau kita baca mengenai referensi perbankan dari industri teknologi, sekarang ini kita sudah masuk ke area multichannel (multi saluran). Jadi, kita cuma datang ke satu aplikasi jika butuh sesuatu. Satu channel bisa dipakai untuk berbagai macam aktivitas, mulai dari pembayaran, setor dan tarik tunai, dan lain-lain,” kata Deputi Komisioner Pengawasan Terintegrasi OJK Agus Edy Siregar.


BPJS Kesehatan Semakin Dikenal Masyarakat

Dia menjelaskan, panduan dari OJK itu adalah acuan bagi perbankan, nasabah, auditor, pengawas, dan semua pihak dalam memanfaatkan teknologi digital untuk layanan digital branch oleh bank umum.

Dalam survey mengenai literasi keuangan yang dilakukan OJK, Indeks literasi keuangan tertinggi terjadi di DKI Jakarta mencapai 40 persen, diikuti oleh Jawa Barat 38,70 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 38,55 persen, Banten 38,18 persen, dan Bali 37,45 persen.

Sedangkan indeks literasi keuangan terendah terjadi di Papua Barat yang mencapai 19,27 persen, Nusa Tenggara Barat (NTB) 21,45 persen, Papua 22,18 persen, Sulawesi Tengah 22,55 persen, serta Kalimantan Selatan dan Gorontalo mencapai 23,27 persen

 

BPJS Ketenagakerjaan Target Raih Rp 55,37 triliun

Halaman: 
Penulis : Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqq