logo


Dilaporkan Soal Tulisan 'Allah Bukan Orang Arab', Ade Armando Duga Ada Unsur Politik

Ade Armando menduga pelapor sengaja mendesak polisi terkait sikap politik dirinya

25 Januari 2017 15:40 WIB

Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Ade Armando.
Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Ade Armando. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dosen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, Ade Armando, telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tulisannya di media sosial twitter tentang Tuhan.

Ade mengatakan bahwa dirinya akan menghormati proses hukum. Namun, dirinya heran terhadap kata 'Allah Bukan Orang Arab' yang dipersoalkan oleh pelapor.

"Saya tentu menghormati proses hukum, tetapi saya tetap heran mengapa kata-kata saya bahwa 'Tuhan Bukan orang Arab', dianggap layak dianggap sebagai penodaan agama. Saya justru secara tegas menunjukkan Tuhan sama sekali tidak bisa disamakan dengan manusia, termasuk manusia Arab," jelas Ade, Rabu (25/1/2017).


Sebut 'Allah Bukan Orang Arab' Ade Armando Ditetapkan Sebagai Tersangka

Dia menegaskan, Tuhan sama sekali tidak bisa disamakan dengan manusia. Terlebih, tambahnya, Tuhan Maha Besar serta Maha Pengasih.

"Karena Tuhan Maha Besar, Maha Pengasih, maka Dia pasti tidak keberatan kalau ayat-ayat Al Quran dibaca dengan cara beragam sesuai kebudayaan kita masing-masing; dan tidak hanya dengan satu langgam saja," lanjut Ade.

Ade menduga ada pihak yang sengaja memanfaatkan momentum tersebut sebagai gerakan politik saat ini. Menurutnya, pihak tersebut menilai sosok dirinya sebagai orang yang kritis terhadap gerakan yang berusaha memecah belah bangsa dengan menggunakan alasan agama dan ras.

"Saya duga pihak ini sengaja mendesak polisi karena sikap politik saya," kata Ade. 

Ketua MPR Sampaikan Pantun untuk Prabowo

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama