logo


2016, Kementan Tegaskan Tidak Ada Impor Beras

Pemerintah di tahun 2016 juga tidak mengeluarkan rekomendasi maupun izin impor beras Bulog

25 Januari 2017 14:51 WIB

Seorang pekerja memikul karung beras
Seorang pekerja memikul karung beras JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kepala Subbidang Data Sosial Ekonomi Kementerian Pertanian, Ana Astrid, mengatakan pada tahun 2016 Indonesia tidak ada impor beras medium. Ana juga menegaskan, pemerintah di tahun 2016 tidak mengeluarkan rekomendasi maupun izin impor beras Bulog.

“Bahkan stok beras Bulog saat ini sekitar 1,7 juta ton cukup aman sampai tujuh bulan ke depan dan ditambah lagi kini memasuki panen raya padi, yang berarti pangan cukup aman tanpa impor,” ungkap Ana, Rabu (25/1), di Jakarta.

Terkait dengan adanya beras yang masuk pada awal tahun 2016 lalu, Ana mengaku, beras impor tersebut merupakan beras medium yang izin impornya pada tahun 2015 dan baru masuk pada tahun 2016 awal.

"Untuk diketahui impor beras medium pada awal tahun 2016 itu merupakan luncuran dari impor beras 2015. Jadi Indonesia kini sudah tidak impor beras," tegas Ana.

Lebih lanjut, Ana mengatakan, kesejahteraan para petani bukan hanya dilihat dari NTP dan NTUP. Selama Januari-Desember 2016 ini NTP sebesar 101,7 atau naik 0,18 persen dan NTUP sebesar 109,8 atau naik 2,47 persen dibandingkan 2015.

Indikator yang mencerminkan kesejahteraan petani, sambung Ana, juga dilihat data data BPS bahwa penduduk miskin di pedesaan September 2016 sebanyak 17,28 juta jiwa atau turun 0,39 juta jiwa dibandingkan Maret 2016. Untuk Maret 2016 jumlah penduduk miskin di desa sebanyak 17,67 juta jiwa atau turun 0,22 juta jiwa dibandingkan September 2015.

Sebelumnya, periode September 2015 jumlah penduduk miskin di pedesaan mencapai 17,89 juta jiwa atau turun 46 ribu dari 17,94 juta jiwa pada Maret 2015.

Demikin juga Indeks Gini Rasio di pedesaan Maret 2016 sebesar 0,327 menurun 0,007 poin dibanding rasio gini Maret 2015 yang sebesar 0,334 dan menurun 0,002 poin dibanding rasio September 2015 sebesar 0,329.

"Ini kan menunjukkan tingkat kesejahteraan meningkat dan ketimpangan pengeluaran penduduk di desa semakin kecil," tukas Ana.


Mana yang Benar, Data Pangan Milik Kementan atau Kemendag?

Sidak ke Gudang Elang Laut, Mentan Temukan Ribuan Ton Beras Ilegal

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro