logo


Alokasi Anggaran Mampu Tingkatkan Produksi Pangan? Ini Jawaban Kementan

"Terdapat peningkatan produksi pada 24 komoditas pertanian selama dua tahun terakhir"

25 Januari 2017 14:20 WIB

Ilustrasi petani memanen padi.
Ilustrasi petani memanen padi. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kepala Subbidang Data Sosial Ekonomi Kementerian Pertanian, Ana Astrid, mengatakan bahwa alokasi anggaran pihak Kementerian Pertanian saat ini mampu meningkatkan produksi di sektor pangan.

Pasalnya, alokasi anggaran tersebut juga dibarengi dengan berbagai regulasi yang tepat sehingga berhasil meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

Ana menjelaskan, adanya kerja keras pemerintah pada saat ini terbukti dengan adanya peningkatan produksi padi 2016 sebesar 79,2 juta ton atau naik 4,96 persen dibandingkan tahun 2015.

Kemudian, produksi padi dua tahun terakhir naik 8,4 juta ton atau setara dengan Rp 38,5 trlliun. Demikian juga dengan produksi jagung yang ikut meningkat.

"Terdapat peningkatan produksi pada 24 komoditas pertanian selama dua tahun terakhir. Peningkatan itu memberi nilai tambah sebesar Rp 171 triliun. Kinerja produksi pangan inilah yang menjadi domain Kementerian Pertanian," kata Ana, Rabu (25/1), di Jakarta.

Kendati demikian, adanya peningkatan produksi di sektor pangan justru tidak dibarengi dengan kenaikan anggaran di sektor pertanian. Diungkapkan Ana, anggaran APBN Kementan tahun 2015 ke 2016 turun sebesar Rp 6 triliun dan 2016 ke 2017 turun sebesar Rp 5 triliun. Dan anggaran 2017 hanya mencapai Rp 22,1 triliun.

“Untuk alokasi subsidi pupuk sekitar Rp 31 triliun dan benih Rp 1,2 triliun. Itu relatif konstan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dan hasilnya telah berkontribusi pada produksi,” kata Ana.

Ana juga menegaskan, seluruh anggaran tersebut telah dimanfaatkan dengan fokus komoditas, lokasi, serta dibarengi berbagai regulasi yang tepat sehingga berhasil meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

Dengan adanya sejumlah program strategis tersebut, Ana berharap, akan terus mendorong produksi pangan petani khususnya beras dan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, serta menjaga kestabilan harga beras di pasar.


Tingkatkan Produksi Ternak, Kementan Garap Potensi Warga LP

Luas Tambah Tanam Padi NTT Meningkat di Tahun 2016

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro