logo


Kementan Klaim Penggunaan Pestisida Picu Serangan Hama Padi

"Pencampuran pestisida dengan berbagai jenis pencampur seperti deterjen, oli, dan lainnya justru akan memicu terjadinya resistensi WBC"

25 Januari 2017 14:18 WIB

Petani menyemprotkan cairan pestisida pada tanaman tomat, di Desa Pademawu Barat, Pademawu, Pamekasan, Jatim, Kamis (22/1/2015).
Petani menyemprotkan cairan pestisida pada tanaman tomat, di Desa Pademawu Barat, Pademawu, Pamekasan, Jatim, Kamis (22/1/2015). Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Direktur Perlindungan Tanaman, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Dwi Iswari, mengatakan bahwa adanya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di daerah sentra produksi padi seperti di Karawang, Subang, dan Indramayu dipicu kurang tepatnya pengendalian OPT yang dilakukan petani secara swadaya.

Secara swadaya, banyak petani yang menggunakan pestisida tidak sesuai dengan aturan, seperti jenis pestisida yang digunakan tidak tepat. Dan hal itulah yang diklaim Dwi sebagai penyebab maraknya serangan hama.

“Pencampuran pestisida dengan berbagai jenis pencampur seperti deterjen, oli, dan lainnya justru akan memicu terjadinya resistensi WBC,” terang Dwi, Rabu (25/1), di Jakarta.

Meski begitu, sambung Dwi, saat ini pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pencegahan di lapangan. Alhasil, mereka pun mengklaim mampu menurunkan populasi OPT tersebut.

"Gerakan pengendalian yang dilakukan oleh Brigade Proteksi Tanaman bersama petani secara terus-menerus telah berhasil menurunkan populasi OPT," ujar Dwi.

Namun demikian, upaya pengendalian dan pengawalan terus dilakukan terutama untuk mengantisipasi Generasi 1 (G1) nimfa WBC dan penerbangan ngengat ulat grayak dan penggerek batang. Dengan demikian, perkembangan dan penyebaran OPT lebih lanjut dapat dicegah.

"Cara lain untuk pencegahan OPT adalah dengan memberi tempat berlindung bagi musuh alami untuk berkembang biak dengan cara penanaman tanaman refugia (tanaman bunga)," pungkas Dwi.

Varietas Padi Hibrida Sembada, Siap Menyukseskan Swasembada Beras

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro