logo


Menteri Hanif Semprot Tuitan Fahri hamzah Soal 'Jadi babu diNegeri Orang'

Meski begitu, Fahri menjelaskan bahwa cuitannya tak bermaksud untuk menghina siapapun.

25 Januari 2017 10:07 WIB

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Ketenagakerjaaan Hanif Dhakiri merespon pedas cuitan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di media sosial. Cuitan Fahri yang dipersoalkan adalah perkataan Fahri yang menyebut anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang.

Seperti diketahui Fahri dalam akun Twitternya yang saat ini telah dihapus mengeluhkan soal nasib anak bangsa yang mengemis menjadi babu dinegri orang.

"Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela," demikian cuit Fahri Hamzah dalam akun Twitter @Fahrihamzah.


Fahri Hamzah-Anis Matta Dirikan Partai Gelora, PKS: Jangan Ngacak-ngacak Lagi di Sini

Sontak saja Menteri Hanif merespon dengan menceritakan kisah orang tuanya yang menjadi TKI.

"Saya anak babu, ibu saya bekerja menjadi TKI secara terhormat, tidak mengemis, tidak sakiti orang, tidak curi uang rakyat. Saya bangga pada ibu #MaafkanFahriBu," demikian cuit Hanif dalam akun Twitter ‏@hanifdhakiri.

Meski begitu, Fahri menjelaskan bahwa cuitannya tak bermaksud untuk menghina siapapun. Melainkan untuk membuka pori-pori berpikir terkait permasalahan tenaga kerja asing yang mendadak menyerbu tanah air.

"Saya tidak mau diplomatis, maksudnya saya apa adanya aja. Apa yang saya katakan sejak awal adalah soal kesibukan kita bukan pada isu inti. Justru saya ajak memikirkan fakta bahwa tenaga kerja asing menyerbu kita," kata politikus PKS itu saat dimintai konfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (24/1).

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di akun Twitter-nya sempat mencuitkan tentang istilah 'babu' untuk para TKI yang tengah bekerja di luar negeri. Hal tersebut mendapat respons dari Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri.

Fahri Hamzah Mendadak Ingin Jadi Debt Collector, Ini Alasannya

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah