logo


PLN Menyumbang 9500 MW dari Panas Bumi

Menurut Cetak Biru Perencanaan Energi 2005-2025, pembangkit tenaga listrik panas bumi diharapkan dapat menyumbang 9.500 MW.

24 Januari 2017 15:54 WIB

Ilustrasi PLN.
Ilustrasi PLN. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral memberi PT PLN (Persero) peluang untuk mengelola wilayah kerja pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia. Dengan cara tersebut diperkirakan PLN dapat mengatur biaya dan risiko investasi sehingga perusahaan negara itu bisa mengendalikan arus kas sehingga tidak terbebani dengan biaya pembangkit yang semakin mahal.

Menurut Cetak Biru Perencanaan Energi 2005-2025, pembangkit tenaga listrik panas bumi diharapkan dapat menyumbang 9.500 MW.

"Menteri ESDM memberi ruang kepada PLN agar jika ingin investasi di bidang panas bumi, mereka dapat mengajukan permohonan WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi) baru kepada pemerintah untuk pengembangan panas bumi," kata anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Tumiran, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, (23/1/2017) seperti dikutip dari Antara.


PLN Tambah Pasokan Listrik Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah

Tumiran juga menjelaskan agar dapat mengelola wilayah kerja pemanfaatan panas bumi, PLN hanya perlu melayangkan surat permohonan untuk bisa mendapatkan izin kelola wilayah kerja panas bumi baru.

"Harapannya, PLN tidak usah tender, tetapi langsung dikasih. Mereka minta langsung dikasih, mereka tentukan sendiri berapa WKP yang dipakai, mereka membangun, mereka sebagai off-taker kan bisa mengelola," katanya.

Secara terpisah Tanjung Power anak usaha Adaro Grup akan membangun pembangkit baru di Tabalong. Pembangkit listrik berkapasitas 2 X 100 MW tersebut bagian dari rencana konsorsium PT Adaro Power (AP) dan PT East-West Power Indonesia (EWPI). Adaro Power menguasai 65 persen saham TPI, sementara East-West Power menguasai 35 persen sisanya.

PT Tanjung Power Indonesia (TPI) telah mencapai kesepakatan pembiayaan (financial closing) untuk proyek pembangkit listrik batu bara berkapasitas 2 x 100 MW di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Pembangunan pembangkit listrik tersebut merupakan bagian Frast Track Program Project tahap 2 (FTP-2).

 

 

Banjir Bima, PLN Lakukan Perbaikan Infrastruktur Kelistrikan

Halaman: 
Penulis : Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqq
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex