logo


Kolonel Inf Maruli Simanjuntak Berdayakan Pertanian di Solo Raya

Komandan Korem 074/ Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Maruli Simanjuntak mengaku bahwa sudah menjadi kewajiban TNI hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai perwakilan negara.

23 Januari 2017 16:51 WIB

Komandan Korem 074/ Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Maruli Simanjuntak.
Komandan Korem 074/ Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Maruli Simanjuntak. dok. Korem 074/ Warastratama Surakarta

SOLO, JITUNEWS.COM – Selain bertugas menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Tentara Negara Indonesia (TNI) juga mendukung program-program pemerintah, di antaranya program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mewujudkan swasembada pangan.

Komandan Korem 074/ Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Maruli Simanjuntak mengaku bahwa sudah menjadi kewajiban TNI hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai perwakilan negara membantu kesulitan mereka, termasuk di bidang pertanian.


Berikan Bantuan Alsintan, Komisi IV Berharap Produksi Meningkat

“Kita berjuang dengan masyarakat. Negara hadir untuk membantu. Kesempatan kita membantu mereka sebagai bukti bahwa negara hadir di tengah-tengah mereka, sebagai masyarakat suatu bangsa,” tegasnya saat berbincang-bincang dengan Jitunews.com di Solo, beberapa waktu lalu.

Maruli mengemban amanat sebagai Danrem 074/Warastratama sejak 5 Februari 2016. Riwayat jabatannya antara lain Komandan Denpur Cakra (2002), Pabandya Ops Mako Kopassus (2005), Danyon 21 Grup 2 Kopassus (2008), Dan Sekolah Komando Pusdik Passus (2009), Wadan Grup 1 Kopassus (2010), Dan Grup 2 Kopassus (2013), Asops Danjen Kopassus (2014), Dan Grup A Paspampres (2014-2016), dan kini Danrem 074/Warastratama.

Prajurit yang pernah menjalani penugasan ke berbagai negara, di antaranya Korea Selatan, Thailand, Filipina, dan Amerika Serikat itu mengungkapkan, pihaknya bekerja keras memajukan dan memberdayakan pertanian di Solo Raya, dengan melibatkan anggota Korem 074/Wrt Surakarta dan satuan militer yang dipimpinnya, yakni Kodim 0723/Klaten, Kodim 0724/ Boyolali, Kodim 0725/Sragen, Kodim 0726/ Sukoharjo, Kodim 0727/ Karanganyar, Kodim 0728/ Wonogiri, Kodim 0735/ Surakarta, dan Yonif 408/ Suhbrasta di Sragen.

“Dalam setiap kegiatan, tidak perlu banyak anggota. Tidak ada pengerahan. Tentara hanya memimpin. Organisasi masyarakat dan petani membantu, sehingga betul-betul ada gotong royong. Bukan hanya membantu meningkatkan pertanian, kita dapat gotong royongnya, kita dapat kebersamaannya,” jelas pria kelahiran Bandung, 24 Februari 1970 itu.

Tak ayal, kerja keras tersebut mengantarkan Korem 074/ Warastratama mendapat penghargaan dalam program upaya khusus (upsus) Ketahanan Pangan Tingkat Nasional/ Angkatan Darat pada November tahun lalu. Prestasi ini dilengkapi dengan tiga Kodim di Solo Raya yang masuk sepuluh besar dalam penghargaan yang sama di tingkat Kodim se-Indonesia, yakni Kodim 0727/Karanganyar menduduki peringkat satu, Kodim 0726/Sukoharjo peringkat empat, dan Kodim 0723/Klaten di posisi tujuh.

“Ada penilaian Korem terbaik setiap tahun. Program upsus Korem 074/ Warastratama ini dianggap cukup penting, yang mempunyai nilai terbaik. Kita bekerja lebih dari yang umum. Kita terjun ke lapangan. Saya koordinasi dengan berbagai pihak, ada CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan berdatangan, ada masyarakat yang membantu, dan kita kerjakan sama-sama,” jelas dia.

Maruli menilai kebutuhan air dan irigasi menjadi permasalahan utama pertanian di Solo Raya. Sehingga ia memfokuskan jajarannya membantu petani di bidang pengairan. Langkah-langkah yang dikerjakan antara lain normalisasi irigasi dan sungai, pembuatan embung dan bendung, perbaikan tanggul, pembagian bibit tanaman, dan pemberian pompa hidrolik, serta pemanfaatan lahan tidur.

“Saya melihat di lapangan, ternyata kita memungkinkan membantu di bidang pengairan. Ada irigasi yang tertutup, ada tanggul jebol sudah tiga tahun tanpa perbaikan, bahkan belum ada rencana dan penanganan. Saya mencoba berdiskusi, ternyata kita bisa membantu memperbaikinya,” terangnya.

Sejauh ini 14 bendung, tiga embung, serta puluhan perbaikan tanggul dan saluran irigasi telah berhasil dikerjakan Korem di Solo Raya. Korem juga membuat lahan pembibitan di Solo, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen.

Untuk pemanfaatan lahan tidur atau lahan kosong, pihaknya gencar mendorong masyarakat untuk menanaminya dengan tanaman hortikultura. Korem pun telah membagikan berbagai jenis bibit gratis ke masyarakat, di antaranya pepaya california sebanyak 60.000 bibit, sarikaya jumbo 3.000 bibit, jambu kristal 3.000 bibit, kelapa 3.000 pohon. Kemudian pembagian 10.000 bibit pohon pisang kepok di Wonogiri, dan 1,5 juta bibit pohon sengon di Karanganyar.

“Saya melihat masih banyak lahan-lahan yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Khusus pepaya, saya berpikiran di masyarakat punya halaman, kita tanam pepaya California, yang cepat terlihat, cepat berbuah. Selain menyediakan bibit, kita juga mencarikan penampung yang akan membeli hasil panen,” jelasnya.

Maruli menegaskan pentingnya ide-ide dan kreasi untuk memberdayakan pertanian di Solo Raya. Ide-ide tersebut diharapkannya menginspirasi masyarakat maupun pemerintah agar dapat memajukan masyarakat melalui pertanian.

“Saya pikir memang ternyata itu salah satu yang paling memungkinkan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pertanian. Nanti ke depan juga arahnya ke peternakan dan segala macam,” pungkasnya.

Mentan Syahrul Paparkan Terobosan untuk Majukan Pertanian

Halaman: 
Penulis : Miftahul Abrori, Syukron Fadillah