logo


NU Denpasar Nyatakan Tolak Keberadaan FPI di Bali, Apa Sebabnya?

Bermula dari ucapan Juru Bicara FPI Munarman dalam video di Youtube yang menuding pecalang melarang salat Jumat dan melempari rumah warga

21 Januari 2017 10:52 WIB

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Denpasar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Denpasar detik.com

DENPASAR, JITUNEWS.COM - Perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Denpasar M Rifa'i menyebut pihaknya menolak keberadaan Front Pembela Islam (FPI) di Bali. Menurutnya, penolakan tersebut dilakukan sebab tindakan FPI yang cenderung ke arah anarkisme.

"Kita menolak FPI masuk Bali. Menolak tegas tindakan FPI yang cenderung melakukan tindakan kekerasan, upaya intoleransi dan memecahbelah kebhinnekaan Indonesia," ucap Rifa'i di Denpasar, Jumat (20/1/2017).

Hal tersebut ia sampaikan jelang acara Tabligh Akbar 'Gema Bershalawat' di Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali yang akan berlangsung Sabtu (21/1/2017) malam.


Polisi : Pengibar Bendera RI Bertuliskan Arab Memakai Atribut Sama dengan Ormas yang Berdemo

Tabligh Akbar tersebut akan dimpin oleh Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo, Jawa Tengah. Sekitar lebih dari 2.000 orang akan menghadiri acara tersebut. Pengamanan acara akan dibantu oleh 25 pecalang.

"Kegiatan ini sudah berkoordinasi dengan Polda Bali dan akan melibatkan pecalang," ujar Rifa'i.

Sebelumnya, penolakan terhadap keberadaan FPI di Bali dipicu dari ucapan yang dilontarkan oleh  Juru Bicara FPI Munarman dalam video di Youtube. PCNU Denpasar menganggap ucapan tersebut sebagai fitnah.

Video yang dimaksud berjudul 'FPI Datangi & Tegur Kompas Terkait Framing Berita Anti Syariat', yang diunggah pada 17 Juni 2016 oleh Markaz Syariah.

Munarman dalam video itu menuding pecalang melarang salat Jumat dan melempari rumah warga. Video ini yang menjadi salah satu barang bukti pelaporan Munarman di Polda Bali. 

 

Berikut Penjelasan Kuasa Hukum Remaja Pengibar Bendera RI Bertuliskan Huruf Arab

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama