logo


TNI Antisipasi Perubahan Global Akibat Krisis Ekonomi Dunia

Gatot juga memberi sinyal akan membentuk Kodam baru dan Armada baru sebagai wujud nyata penyebaran pasukan TNI.

19 Januari 2017 22:46 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, sesuai arahan Presiden RI Ir. Joko Widodo, dalam mengantisipasi perubahan global dan adanya dampak dari perubahan tersebut, yang harus dilakukan adalah penyebaran pasukan TNI dan pembangunan pangkalan militer secara merata.

“Penyebaran pasukan TNI dan pangkalan militer agar tidak terpusat di Pulau Jawa dan difokuskan di wilayah pinggir Indonesia, sehingga bisa menciptakan sentra-sentra perekonomian baru dan di wilayah tersebut lebih maju,” jelas Gatot usai penutupan Rapim TNI Tahun 2017 di Aula Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/1/2017).

Gatot juga memberi sinyal akan membentuk Kodam baru dan Armada baru sebagai wujud nyata penyebaran pasukan TNI.


Jenderal Gatot Tegaskan, Hukum Kasih Akan Membawa Damai di Papua

“Dalam penyebaran pasukan TNI, akan dibentuk Kodam baru dan Armada baru. Saat ini TNI hanya berorientasi pada Armada Timur saja, sehingga perlu dibentuk Armada baru yang direncanakan berada di wilayah Papua,” tambah Gatot.

Dalam mengantisipasi akibat krisis ekonomi dunia, Gatot Nurmantyo juga menyampaikan bahwa saat ini telah dilaksanakan MoU Kemenkeu dengan TNI dalam mendukung program pemerintah tax amnesty.

“Kerja sama antara Kemenkeu dengan TNI dan seluruh komponen bangsa lainnya diperlukan percepatan pelaksanaan tax amnesty dan kita pasti bisa memperoleh target yang direncanakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gatot juga mengingatkan bahwa Indonesia bukan negara teokrasi maupun negara sekuler, sehingga tidak boleh mempermasalahkan mengenai suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

“Indonesia adalah negara yang masyarakatnya agamais, jadi dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara pasti akan hidup bersama-sama sehingga kita tidak boleh menyudutkan orang-perorang maupun kelompok agama lain,” pungkasnya

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo: Sinergitas Institusi Negara dan Masyarakat Atasi Terorisme

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas