logo


Atasi Meroketnya Harga Cabai, Pemprov Kalteng Siapkan 300 Hektar Lahan Tanam Cabai

Selain diepngaruhi faktor cuaca, kenaikan harga cabai turut disebabkan monopoli terhadap jalur distribusi

19 Januari 2017 14:58 WIB

Petani memanen cabai merah di Sumowono, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (2/4).
Petani memanen cabai merah di Sumowono, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (2/4). Antara Foto

PALANGKARAYA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyediakan 300 hektare lahan guna budi daya cabai sebagai langkah untuk mengatasi harga yang terus meroket. Lahan tersebut tersebar di sembilan kabupaten.

Hingga saat ini, diketahui bahwa harga cabai rawit merah di Pasar Palangkaraya, Kalimantan Tengah, masih berada di angka Rp 90 ribu hingga Rp 120 ribu per kg. Normalnya hanya berkisar di Rp 60 ribu sampai Rp 80 ribu per kg.

"Di kalangan petani itu harganya hanya berkisar antara Rp 35 ribu-Rp 40 ribu per kg. Namun ketika dilempar ke pasaran harganya melonjak hingga Rp 120 ribu per kg," terang Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Peternakan Kalimantan Tengah, Tute Lelo, di Palangkaraya, Rabu (18/1/2017).


Riset: Konsumsi Cabai Merah Pedas Bisa Bikin Panjang Umur

Lebih jauh, pihaknya memprediksi bahwa naiknya harga cabai lebih disebabkan oleh monopoli mafia cabai pada alur distribusi.

Dengan demikian, pemerintah berusaha mengatasi hal ini, khususnya untuk jangka pendek, dengan menggandeng Bulog Kalteng untuk melakukan operasi pasar cabai yang stok barangnya dikirim langsung dari Jawa.

"Karena itu kita mengharapkan seharusnya pemerintah itu memiliki dana talangan yang gunanya bila ada kenaikan bahan pokok kita bisa langsung melakukan operasi pasar dengan dana itu. Toh uang tidak hilang, kok," tegas Lelo.

Adapun upaya jangka panjangnya, tahun ini Pemprov Kalteng menyiapkan lahan 300 ha untuk menanam cabai yang tersebar di sembilan kabupaten. Selain itu, juga adanya dana  sharing dari APBN.

"Kita mendapatkan alokasi dana sharing dari APBN untuk pengembangan cabai sebanyak Rp 8 miliar.” tutur Lelo.

Kemendag Sebut Ada Pihak yang Ambil Keuntungan Soal Kenaikan Harga Cabai

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama