logo


Menhub Gelontorkan Bantuan untuk Menopang Transportasi dan SDM di Provinsi Maluku

Bantuan pertama yang diberikan oleh Menhub adalah Bus BRT kapasitas 48 seats sebanyak 16 unit.

19 Januari 2017 10:33 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. JITUNEWS/Johdan A.A.P

AMBON, JITUNEWS.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menggelontorkan sejumlah bantuan langsung untuk menopang transportasi dan juga sumber daya manusia di Provinsi Maluku. 

Program bantuan ini diberikan oleh Kemenhub seusai menggelar rapat terbatas antara Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dengan Gubernur Maluku Said Assagaf, dan juga panitia HPN 2017 di Kemenhub, Rabu, (18/1), untuk membahas program-program dan bantuan dari Kemenhub yang akan diterima oleh Provinsi Maluku.

Bantuan pertama yang diberikan oleh Menhub adalah Bus BRT kapasitas 48 seats sebanyak 16 unit. Bus perintis ini nantinya akan diserahkan pada saat peringatan puncak HPN 2017 oleh Presiden Jokowi.


Kemenhub Puji Peluncuran Buku Dua Tahun Pemerintahan Jokowi

"Silakan nanti Gubernur yang pilih, Kabupaten/Kota mana yang layak menerima. Tapi kami butuh kepastian bahwa bus ini akan dirawat dengan baik," kata Menhub Budi, dalam keterangan tertulisnya kepada Jitunews.com, Kamis (19/1).

Bantuan kedua, yakni dua buah kapal penyeberangan yang sudah siap untuk beroperasi. Kapal ini adalah jenis kapal ASDP.

Bantuan ketiga adalah yang nantinya akan menjadi ikon bagi provinsi Maluku, dan juga merupakan bantuan yang paling penting karena menyangkut pembangunan sumber daya manusia, yakni pendidikan vokasi.

Pada kesempatan yang sama, Kemenhub juga meminta 1.000 orang pemuda, untuk dilatih dalam sekolah vokasi kelautan. Rencananya, sekolah vokasi ini akan dilakukan di atas kapal-kapal pelayaran milik PT PELNI. Kemenhub  bekerjasama dengan Universitas Pattimura Ambon untuk menyediakan 1.000 orang peserta pendidikan vokasi.

Menhub memaparkan rinciannya, sebanyak 500 orang nanti akan sekolah bersama dengan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar dan 500 orang dengan BP2IP Barombong. Kepala BP2IP Barombong dan Kepala PIP Makassar telah berkirim surat kepada Rektor Unpatti untuk menYukseskan sekolah vokasi ini.

Pendidikan vokasi singkat ini nantinya juga akan didukung oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia agar dapat menampung para lulusan sekolah vokasi kelak.

Menhub juga meminta Gubernur Maluku segera mengumpulkan 1.000 peserta pendidikan vokasi jelang peringatan acara puncak HPN 2017 tanggal 9 Februari karena nantinya akan ditinjau langsung oleh Presiden Jokowi di acara puncak.

Ia pun telah memerintahkan jajarannya untuk menjadi instruktur persiapan pendidikan vokasi di Ambon, agar peserta pendidikan vokasi telah dipersiapkan dengan baik sebelum ditinjau langsung oleh Presiden Jokowi.

"Ikonnya ya program vokasi ini. Pendidikannya tidak lama, 2 minggu sampai 1 bulan. Kita akan ajak Kadin juga, supaya Kadin punya tanggung jawab menampung mereka," kata Menhub.

Bantuan ke empat adalah Pembinaan Pelayaran Rakyat, berupa pemberian life jacket dan bantuan subsidi kepada pengusaha-pengusaha kapal di Maluku.

Dan sumbangsih terakhir dari Menhub dalam perhelatan HPN 2017 di Ambon nanti adalah Aktualisasi Tol Laut dan Tol Logistik Laut. Trayek tol laut, yakni T1 Tanjung Perak-Wanci-Namlea-Wanci-Tanjung Perak, T9 Tanjung Perak-Kisar-Namrole-Kisar-Tanjung Perak. Ditambah juga program Rumah Kita (Pusat Logistik) di Namrole dan Namlea, Provinsi Maluku menggunakan kapal Pelni dan ASDP.

"Tol laut itu sebenarnya sudah melewati Namlea selama ini dari Tanjung Perak ke Manokwari. TapI nanti akan kita optimalkan lewat program Rumah Kita  kerjasama dengan BUMN," papar Budi.

Program tol laut, terutama di Namlea, diharapkan Budi agar match dan sesuai dengan program serta kebijakan Gubernur Maluku.

Pemerintah Berjanji Singkronkan Kebijakan KKP dan Kemenhub.

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana