logo


Mendulang Untung dari Budidaya Ayam Hias, Tertarik?

Dengan memanfaatkan luas lahan tersisa 15 meter persegi, Arsyad mengoleksi sejumlah ayam hias asal mancanegara

18 Januari 2017 13:55 WIB

Ilustrasi ayam hias.
Ilustrasi ayam hias. tips-ukm.com

PALEMBANG, JITUNEWS.COM - Usaha dari hobi memang sangat menyenangkan. Itulah yang dilakoni seorang warga Palembang, Arsyad Matondang. Usaha ayam hias yang ditekuninya itu ternyata mengantarkannya menjadi seorang jutawan. Tak pelak, ia pun rela keluar dari status karyawannya demi menjalani usaha ini.

Setiap harinya, peternakan sederhana milik Arsyad yang berlokasi di halaman rumahnya sendiri kerap didatangi warga Palembang. Dengan memanfaatkan luas lahan tersisa 15 meter persegi, Arsyad mengoleksi sejumlah ayam hias asal mancanegara, seperti ayam Polandia, ayam kalkun, ayam onadagori Jepang, dan beberapa unggas lokal Indonesia. 

“Sebenarnya konsep dari lahirnya peternakan unggas ini adalah memanfaatkan pekarangan rumah di wilayah perkotaan yang sempit untuk menghasilkan seperti beternak ayam. saya tidak mengambil hasil dari telur tapi lebih pembiakan,” ungkap Arsyad.


Ayam Ketawa, Cekikikannya Bikin 'Kantong' Tebal!

Menurut Arsyad, prospek usaha ayam hias ini cukup bagus. Apalagi kalangan pencinta ayam hias saat ini semakin bertambah banyak dari sekedar hobi memelihara, hingga usaha ternak dan pembibitan ayam hias mulai bermunculan. 

"Usaha ini juga semakin berpeluang sebab pelakunya masih sedikit," tukas Arsyad.

Kunci keberhasilan dari usaha ayam hias ini, kata Arsyad, selain terus menjaga kualitas, pelaku usaha juga harus rajin menjaga kebersihan kandang. Kandang ayam hias milik Arsyad sendiri dibuat tiga tingkat agar efisien untuk menghilangkan bau karena faktor makanan unggas. 

"Untuk menjada kebersihan kandang, saya selalu rajin membersihkannya setiap hari, dan menebarkan limbah kopra kelapa yang sudah tak terpakai, sebab limbah ini bisa mengikat air dan menghilangkan bau," papar Arsyad.

Dari pengalaman Arsyad, cara promosi dan pemasaran yang paling efektif yakni melalui internet. Karena sangat mudah, tanpa biaya dan jangkauan pasarnya sangat luas. Jadi tak heran jika Arsyad bisa memasarkan ayam-ayam hiasnya hingga ke seluruh nusantara.

Menyoal harga jualnya sendiri, ayam hias Arsyad ini dibanderol mulai dari harga Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah. Ia mengaku, omzet yang dikantongi per bulannya pun minimal Rp 5 juta. 

Anda tertarik menggeluti usaha seperti yang dilakoni Arsyad?

Sedang Tren, Prospek Usaha Ayam Hias Jenis Poland Kian Cerah

Halaman: 
Penulis : Riana