logo


Kemendag Sebut Ada Pihak yang Ambil Keuntungan Soal Kenaikan Harga Cabai

Sebetulnya keuntungan yang diterima dengan memanfaatkan situasi saat ini tidak terlalu signifikan

18 Januari 2017 13:46 WIB

dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan tidak menampik ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi saat ini soal adanya kekurangan pasokan cabai.

“Pasti ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan lebih,” kata Oke Nurwan di Jakarta, Rabu (18/1).

Lebih lanjut ia mengatakan, sebetulnya keuntungan yang diterima dengan memanfaatkan situasi saat ini tidak terlalu signifikan, hal itu mengingat stok cabai yang terus menurun dan cabai yang juga merupakan komoditas yang cepat membusuk.

“Mereka tidak akan menahan pasokan, karena cabai ini sifatnya cepat membusuk,” imbuhnya.


Sidak ke Pasar Induk, Setnov Sebut Harga Cabai Turun Rp 20.000/Kg

Menurutnya, yang terjadi adalah pedagang kemudian menaikkan harga cabai dengan alasan stok cabai terus berkurang. “Keuntungannya dari kenaikkan harga tersebut, tetapi kalau pasokannya terus berkurang maka pedagang juga pasti akan rugi,” ujarnya.

Faktor utama kurangnya pasokan cabai pada saat ini adalah karena cuaca ekstrem yang terus terjadi, sehingga produksi cabai petani terus menurun. Ia menegaskan, pada daerah-daerah tertentu produksi cabai petani biasanya mencapai 6 juta ton, sementara saat ini produksinya hanya berkisar di angka 2 juta ton.

“Jadi karena kurangnya produksi cabai petani maka berdampak pada kurangnya pasokan cabai di pasar dan berdampak lanjut pada lonjaknya harga,” pungkasnya.

Program 'Kampung Cabai' Solusi Jitu Hadapi Kenaikan Harga Cabai

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan