logo


PT Charoen Pokphand Indonesia Luncurkan Program Bedah Kandang

Program ini memberikan bantuan kepada peternak berupa bimbingan teknis serta peralatan peternakan (poultry equipment) untuk memperbaiki atau mengoptimalkan fungsi dari kandang yang dimiliki para peternak.

18 Januari 2017 11:02 WIB

Komisaris PT Charoen Pokhand Indonesia, Mayjen Suparman (kanan) memberikan cenderamata kepada pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar yang diwakili Abdulah FA dalam acara Bedah Kandang di Hotel Horison, Kota Bandung, Selasa (17/1/2017).
Komisaris PT Charoen Pokhand Indonesia, Mayjen Suparman (kanan) memberikan cenderamata kepada pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar yang diwakili Abdulah FA dalam acara Bedah Kandang di Hotel Horison, Kota Bandung, Selasa (17/1/2017). jabar.tribunnews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perusahaan ternak ayam nasional, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk, meluncurkan program Bedah Kandang sebagai bentuk perwujudan kepedulian perusahaan kepada masyarakat, khususnya para peternak konvensional yang masih menggunakan sistem kandang terbuka.

Menurut Hamam Wahyu Triwibowo, Head Customer Care & Technical Development PT CPI, program ini memberikan bantuan kepada peternak berupa bimbingan teknis serta peralatan peternakan (poultry equipment) untuk memperbaiki atau mengoptimalkan fungsi dari kandang yang dimiliki para peternak.

"Bantuan peralatan yang diberikan berupa tempat pakan, tempat minum otomatis, pemanas/gasolec yang digunakan saat masa pemeliharaan anak ayam, kipas dan tirai. Peralatan tersebut diberikan setelah tim dari PT CPI melakukan verifikasi terhadap kandang peternak yang akan menerima bantuan," ungkap Hamam.


Lagi! Peternak Ngeluh Belum Dapat Perhatian Pemerintah

Lebih lanjut, Hamam mengatakan, saat ini berdasarkan hasil pemantauan tim Technical Service di lapangan, masih ditemukan banyak kendala secara manajemen yang tidak sesuai dengan kebutuhan ayam ras pedaging.

"Di lapangan masih banyak ditemukan peternak yang menggunakan kayu bakar, akan tetapi tanpa disadari, asap yang dihasilkan dari pembakaran tersebut malah tidak baik untuk pertumbuhan anak ayam tersebut, oleh karena itu disarankan diganti dengan pemanas jenis lain, contohnya Gasolec yang menggunakan gas," beber Hamam.

"Tak hanya itu, contoh kesalahan manajemen lainnya yang ditemukan, pada umur ayam besar, ayam membutuhkan suhu rendah/dingin, sedangkan kita ketahui untuk indonesia yang merupakan daerah tropis banyak daerah yang suhunya panas dan mati angin, dimana pada saat suhu tinggi bisa mengakibatkan heat stres, yang bisa meningkatkan angka kematian, maka disarankan diberi kipas untuk menurunkan suhu yang dirasa ayam dan dan akan berefek pada menurunnya angka kematian. Diharapkan dengan perbaikan manejemen pemeliharaan ini akan meningkatkan produktivitas dari peternakan tersebut," lanjut Hamam.

Berkaitan dengan kegiatan Bedah kandang ini, tim Technical Service pun kata Hamam, akan mendampingi peternak yang telah dibedah kandangnya untuk dibantu secara teknis, agar dari awal pemeliharaan DOC (anak ayam umur sehari) sudah sesuai dengan standar manajemen kandang yang baik, sehingga pada saat panen hasil yang didapat pun lebih Optimal dan lebih baik dari periode sebelumnya.

"Pendampingan oleh tim teknis ini akan dilakukan selama 2 periode pemeliharaan secara terus menerus, dan setelah melewati masa pendampingan tim teknis tetap akan memantau hasil performance dari kandang tersebut setiap periodenya, sehingga kami dapat terus memantau hasil dari kandang-kandang yang sudah dibedah," tukas Hamam.

Hamam menuturkan, berdasarkan data performance ayam di kandang yang sudah dilakukan Bedah Kandang, mengalami peningkatan Indeks Performance (nilai keberhasilan dalam pemeliharaan ayam broiler) rata-rata sekitar 30% dari periode sebelumnya.

"Sebagai gambaran, keberhasilan dari salah satu kandang yang telah dibedah, bisa dilihat dari keuntungan per ekor ayam, sebelum di bedah peternak di daerah Bogor hanya mendapat keuntungan Rp 1500-Rp 1800/ekor, akan tetapi setelah dilakukan program Bedah Kandang hasil yang didapat saat itu Rp 3000/ekor, naik secara signifikan," ulas Hamam.

Dalam kesempatan yang sama, Santo Kadarusman, selaku Public Relations & Marketing Event Manager, menambahkan, PT CPI memiliki komitmen kuat untuk turut membangun sektor peternakan Indonesia. Sehubungan dengan itu, di tahun 2017 ini PT CPI di bawah pengawasan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk melakukan Bedah 100 Kandang di wilayah Jabotabek-Jabar. Hal tersebut ditandai dengan penandatangan kesepakatan kerjasama antara Dinas Peternakan Jawa Barat dengan Manajemen PT Charoen Pokphand Indonesia, di Ruang Linggar Jati, Hotel Horizon, Bandung, pada Selasa (17/1) kemarin.

Akhir dari program ini, kata Santo, diharapkan tingkat kesejahteraan peternak juga akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan hasil produksi peternakannya.

Santo menambahkan, melalui program Bedah Kandang bagi peternak ini, PT CPI juga dapat berperan serta untuk mampu melindungi dan menyejahterakan pelaku utama di bidang industri pangan.

"PT CPI sebagai pihak pelaksana Bedah Kandang, berharap, seiring dengan meningkatnya kesejahteraan peternak, PT CPI dan peternak dapat berjalan bersama untuk membangun peternakan yang lebih baik lagi di Indonesia," tutup Santo.

Peternak: Revisi UU No.5 Tahun 1999 Harus Menyentuh Penetapan Denda yang Rasional

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×