logo


Tolak Keterangan Saksi Fakta, Tim Kuasa Hukum Ahok Minta Seluruh Saksi Pelapor Dihadirkan Dahulu

Oleh karena itu, usai mendengarkan keterangan penyidik bersama saksi pelapor Willyudin, sidang hari ini ditunda hingga Selasa depan (24/1), sampai seluruh saksi pelapor berhasil memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

17 Januari 2017 17:46 WIB

Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjalani persidangan Lanjutan dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (17/1).
Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjalani persidangan Lanjutan dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (17/1). Resa Esnir/hukumonline.com/POOL

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sempat menduga bagian dari afiliasi politik, Tim kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meminta agar majelis hakim mendahulukan kehadiran saksi pelapor sebelum saksi fakta ataupun saksi Ahli.

Seperti yang diketahui, rencananya hari ini majelis hakim akan mendatangkan enam saksi. Diantaranya saksi dari penyidik anggota Polresta Bogor Briptu Ahmad Hamdani dan Bripka Agung Hermawan, serta saksi Pelapor Willyudin Dhani, H.Ibnu Baskoro, Muhammad Asroi Saputra dan Iman Sudirman.

Sementara hingga siang hari, tiga orang saksi pelapor yang ditunggu, baik Ibnu, Asroi dan Iman tidak juga hadir di ruang sidang. Sehingga majelis hakim berinisiatif untuk mendengarkan keterangan dari saksi fakta yakni Lurah Panggang Yulihardi dan perekam video Nurkholis Majid yang sudah  hadir lebih dulu di tengah persidangan.

"Yang dua saksi (fakta) tadi ada dalam BAP tapi kami belum bersedia untuk diajukan. Kita minta saksi pelapor semuanya diselesaikan terlebih dahulu. Karena masih ada beberapa orang saksi pelapor, termasuk tiga orang yang tidak hadir pada hari ini tanpa alasan yang jelas," ungkap tim kuasa hukum Ahok, Humprey R. Djemat di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (17/1).

Namun rencana kesaksian Yulihardi dan Nurkholis di muka persidangan ditolak tim kuasa hukum Ahok lantaran pihaknya ingin mendapatkan kebenaran materil dengan mendahulukan keterangan seluruh saksi pelapor.

"Karena kita ingin mendapatkan kebenaran materil sebagaimana hakim menyatakan juga. Karena kebeneran materil ini, akan terungkap saksi pelapor yang jujur, yang memang bebas tanpa aviliasi politik, dan objektif," ujarnya.

Pasalnya menurut Humprey, berdasarkan pengalamannya selama ini dirinya merasa saksi pelapor selalu memiliki kaitan dengan afiliasi partai politik.

"Pengalaman kita, saksi-saksi pelapor sebelumnya yang punya kaitan dengan afiliasi politik. Kita menduga disuruh oleh pihak tertentu untuk melaporkannya," terangnya.

Oleh karena itu, usai mendengarkan keterangan penyidik bersama saksi pelapor Willyudin, sidang hari ini ditunda hingga Selasa depan (24/1), sampai seluruh saksi pelapor berhasil memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

Jika Saksi Terbukti Berikan Keterangan Palsu, Tim Kuasa Hukum Ahok Siap Tempuh Upaya Hukum

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Marselinus Gunas