logo


Sempat Deg-degan, Jokowi Puji Anoa 2 Milik Pindad

Terkait dengan industri pertahanan nasional, Presiden Joko Widodo memandang bahwa saat ini sesungguhnya Indonesia memiliki kemampuan untuk memproduksi sendiri.

16 Januari 2017 16:08 WIB

Presiden Joko Widodo menjajal Panser Anoa Amfibi saat menghadiri rapat pimpinan TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (16/1).
Presiden Joko Widodo menjajal Panser Anoa Amfibi saat menghadiri rapat pimpinan TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (16/1). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo sebelumnya tiba di Mabes TNI sekitar pukul 08.47 WIB. Kedatangannya tersebut disambut oleh jajar kehormatan di pintu utama untuk kemudian menaiki Panser Anoa 2 6x6 Amphibious buatan PT. Pindad dengan didampingi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta para kepala staf angkatan dan juga Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. Panser tersebut selanjutnya melintasi danau Mabes TNI sepanjang kurang lebih 300 meter untuk menuju Gedung Gatot Soebroto di mana dilaksanakan Rapat Pimpinan TNI dan Perwira Tinggi Polri.

Presiden sempat memuji kualitas Panser Anoa 2 6x6 Amphibious buatan lokal tersebut. Sambil berkelakar, Kepala Negara mengaku berdebar saat Panser Anoa berjalan melintasi danau.

"Tadi yang Anoa Amphibious bagus sekali. Tank bisa masuk ke air, bagus. Tadi semua juga deg-degan. Tapi saya yakin bahwa produk-produk itu memiliki sebuah kualitas yang baik," ujarnya usai memberikan arahan.


Jokowi Pamer Senjata Buatan Indonesia dan Prestasi TNI, Netizen: Salah Satu Prajurit TNI Bapak Ada yang Nembak Saya...

Terkait dengan industri pertahanan nasional, Presiden Joko Widodo memandang bahwa saat ini sesungguhnya Indonesia memiliki kemampuan untuk memproduksi sendiri. Hanya saja, satu hal yang ditekankan Presiden, produk-produk buatan dalam negeri tersebut harus mampu untuk tampil kompetitif di pasar dunia.

"Industri pertahanan kita kalau saya lihat ini memproduksinya bisa. Yang perlu dilihat adalah pembiayaan dari produksi itu. Kalau pembiayaannya bisa ditekan, artinya produk itu kompetitif di pasar, menjualnya mudah. Jangan hanya bergantung pesanan dari TNI atau Polri, tapi apakah akan seperti itu terus? Kan tidak, mesti berani menjual ke luar," terangnya.

Seusai memberikan arahan, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga berkesempatan untuk meninjau pameran Alsintan (alat dan mesin pertanian) dan Alpalhan (alat dan perlengkapan pertahanan) buatan dalam negeri.

Tampak hadir dalam acara tersebut di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi.

Amankan Wanita Bawa Anjing ke Masjid, Polisi: Keterangannya Berubah-ubah

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah