logo


Solo Imlek Festival Bakal Jadi Destinasi Wisata Menarik

SIF layak dijadikan destinasi wisata baru di Indonesia

15 Januari 2017 16:15 WIB

Solo Imlek Festival (SIF) 2017 akan mengambil tema ‘Nusantara Satu, Merajut Kebhinnekaan, Memperkokoh NKRI’. Event ini akan diselenggarakan di Pasar Gede Solo pada 22- 27 Januari mendatang.
Solo Imlek Festival (SIF) 2017 akan mengambil tema ‘Nusantara Satu, Merajut Kebhinnekaan, Memperkokoh NKRI’. Event ini akan diselenggarakan di Pasar Gede Solo pada 22- 27 Januari mendatang. Jitunews/Miftahul Abrori

SOLO, JITUNEWS.COM – Kemeriahan perayaan tahun baru  Imlek yang digelar setiap tahun di Kota Solo diharapkan menjadi destinasi wisata para wisatawan domestik dan luar negeri. Untuk tahun ini, IMA (Indonesia Marketing Association) Chapter Solo yang didapuk panitia sebagai pendukung acara Solo Imlek Festival 2568/2017 siap mewujudkan hal tersebut.

Solo Imlek Festival (SIF) 2017 mengambil tema ‘Nusantara Satu, Merajut Kebhinnekaan, Memperkokoh NKRI’. Event ini akan diselenggarakan di Pasar Gede Solo pada 22- 27 Januari mendatang. Panitia juga menyiapkan rangkaian acara yang digelar pada minggu sebelum maupun sesudah acara inti.

President IMA Chapter Solo, Retno Wulandari, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tiga paket wisata dengan menggandeng maskapai penerbangan, travel agent, perhotelan, dan restoran. Ia menilai SIF layak dijadikan destinasi wisata baru di Indonesia, meskipun baru tahun ini ia diajak panitia SIF bekerjasama, sehingga persiapannya kurang maksimal.


Jelang Imlek, PT KCJ Hanya Tambah Jumlah Gerbong

“Semoga tahun-tahun mendatang bisa membuat persiapan yang lebih matang. SIF ini bisa dipasarkan untuk market dalam dan luar negeri,” kata Retno dalam konferensi pers di Gedung Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sabtu (14/1).

Dijelaskan oleh Vice President Tourism IMA Chapter Solo, Mirza Ananda, tiga paket wisata yang ditawarkan antara lain paket delapan hari tujuh malam (21 s.d 28 Januari 2017).

Wisatawan akan diajaknya menyaksikan Grebek Sudiro dan mengunjungi berbagai tempat wisata alam di Solo Raya. Selain melihat kemeriahan Solo Imlek Festival, peserta juga diajak berkunjung ke Yogyakarta, dengan perjalanan diawali dan diakhiri dari Solo.

Kemudian paket kedua dan ketiga mengambil waktu tiga hari dua malam yang terbagi dalam dua pilihan, yakni yakni 21-23 atau 26-28 Januari 2017. Wisatawan akan diajaknya mengunjungi destinasi wisata budaya dan wisata alam di Solo Raya, serta melihat kemeriahan suasana Solo Imlek Festival.

Sementara itu, Ketua Panitia Bersama Solo Imlek Festival 2017, Sumartono Hadinoto, menerangkan, rangkaian acara SIF 2017 akan diawali kegiatan donor darah dan pengecekan darah di Solo Paragon Mall pada Minggu, 15 Januari 2017, lalu pada Minggu, 22 Januari 2017 memeriahkan Grebeg Sudiro.

Kemudian Solo Imlek Fair, pada Minggu–Jumat (22-27/1) di lantai II Pasar Gede Solo (sisi barat) yang dimeriahkan dengan festival kuliner, handicraft, panggung hiburan, pertunjukan barongsai, batik fashion show, pameran pernak-pernik Imlek, dan lainnya.

“Pembukaan Solo Imlek Festival 2017 digelar pada tanggal 22 Januari 2017 di Pasar Gede, dan akan dibuka oleh Wali Kkota Surakarta. Kemudian Tahun Baru Imlek 2568 yang jatuh pada Kamis, 27 Januari 2017 akan diisi dengan pesta kembang api di kawasan Balai Kota Solo,” kata Sumartono.

Momentum perayaan Imlek ini akan lebih meriah, lanjutnya, dengan pemasangan 5.000 lampion, lampion 12 shio, neon box 12 shio, serta lampion 5 shio ayam dan lampion Dewa Rejeki. Pernak-pernik khas Imlek tersebut dipasang di koridor Jalan Jenderal Soedirman hingga kompleks Pasar Gede.

“Ada juga lomba foto, video dan penulisan jurnalistik bertema Imlek. Kemudian pemecahan rekor MURI Menulis Aksara Jawa Terpanjang 500 Meter di Solo Paragon Mall pada tanggal 5 Februari 2017,” terang Sumartono.

Rangkaian acara menarik tersbut diharapkannya menjadi sajian menarik bagi wisatawan dan masyarakat Solo. Meskipun perayaan Imlek erat kaitannya dengan kebudayaan Tiongkok, namun Sumartono menyatakan Imlek milik semua masyarakat, bukan satu etnis saja.

“Imlek adalah budaya dan tradisi. Siapa pun boleh merayakan Imlek. Kita berharap Solo Imlek Festival menjadi milik wong Solo yang memberi dampak positif , dan bisa menjadi destinasi pariwisata,” tutur dia.

“Kita menonjolkan kebersamaan, bahkan acara ini disokong oleh puluhan komunitas yang ikut iuran, nyengkuyung. Event ini diharapkan menciptakan kebersamaan dan toleransi,” pungkas Sumartono.

 

Sambut Imlek, Vihara Dharma Bhakti Dipadati Warga Tionghoa

Halaman: 
Penulis : Miftahul Abrori, Riana