logo


Riset: Konsumsi Cabai Merah Pedas Bisa Bikin Panjang Umur

Capsaicin (komponen utama dalam cabai), mungkin bertanggung jawab untuk diamati hubungannya

15 Januari 2017 13:24 WIB

Ilustrasi Cabai
Ilustrasi Cabai google

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anda penyuka makanan pedas? Jika ya, Anda beruntung, bisa jadi Anda akan hidup lebih lama lantaran kebiasaan Anda mengonsumsi cabai tersebut. Demikian hasil riset peneliti di Larner College of Medicine di University of Vermont, Amerika.

Para peneliti itu menemukan fakta bahwa konsumsi cabai merah pedas berkaitan dengan penurunan 13 persen pada total angka kematian. Terutama kematian akibat penyakit jantung atau stroke. Studi ini dipublikasikan di PLoS ONE, Januari ini.

Selama berabad-abad, paprika dan rempah-rempah telah dianggap bermanfaat dalam pengobatan penyakit. Penelitian di Cina pada 2015, telah meneliti makan cabai dan hubungannya dengan kematian. Studi baru ini menguatkan temuan penelitian di Cina itu.


Riset: Kemiri Sunan Bermanfaat Jadi Biodisel

Menggunakan Survei Uji Gizi dan Kesehatan Nasional (NHANES) Data III yang dikumpulkan lebih dari 16.000 orang Amerika selama 23 tahun, mahasiswa kedokteran Mustafa Chopan, dan Profesor Kedokteran Benjamin Littenberg, meneliti karakteristik dasar dari peserta sesuai konsumsi cabai merah pedas.

"Mekanisme paprika bisa menunda kematian. Capsaicin (komponen utama dalam cabai), mungkin bertanggung jawab untuk diamati hubungannya," beber Chopan, salah satu peneliti.

Ada beberapa penjelasan Chopan dan Littenberg, manfaat kesehatan dari cabai merah. Diantaranya, fakta bahwa capsaicin diyakini berperan dalam mekanisme seluler dan molekuler yang mencegah obesitas dan memodulasi aliran darah koroner. Dia juga memiliki sifat antimikroba yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi tuan rumah dengan mengubah mikrobiota usus.

"Penelitian kami menambah generalisasi dari temuan sebelumnya, cabai - atau makanan pedas - dapat menjadi rekomendasi diet dan bahan penelitian lebih lanjut dalam bentuk uji klinis," pungkas Chopan.

 

 

Riset: Limbah Cemara Udang Potensial Jadi Bahan Penyamak Kulit

Halaman: 
Penulis : Riana