logo


'Skor' Ketiga Paslon Cagub-Cawagub DKI dalam Debat Jumat Lalu

Effendi menilai, ketiga paslon cagub-cawagub DKI memiliki kelebihan masing-masing dalam hal komunikasi, penguasaan masalah, dan program kerja.

15 Januari 2017 09:58 WIB

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (ketiga kiri) didampingi Djarot Saiful Hidayat (ketiga kanan) menyampaikan visi dan misinya disaksikan dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kiri)-Sylviana Murni (kedua kiri), Anies Baswedan (kedua kanan)-Sandiaga Uno (kanan) saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1).
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (ketiga kiri) didampingi Djarot Saiful Hidayat (ketiga kanan) menyampaikan visi dan misinya disaksikan dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kiri)-Sylviana Murni (kedua kiri), Anies Baswedan (kedua kanan)-Sandiaga Uno (kanan) saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

JAKARTA, JITUNEWS.COM —  Debat cagub-cawagub DKI 2017 putaran pertama telah usai digelar. Debat yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, itu diikuti tiga pasangan calon (paslon), yakni pasangan Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, dan pasangan Anis-Sandiaga.

Debat yang disiarkan secara langsung sejumlah stasiun televisi swasta itu tak hanya mengundang perhatian warga Jakarta, tapi juga para pengamat negeri, seperti pakar komunikasi politik, Effendy Gazali.

Dalam debat tersebut, Effendi menilai, ketiga paslon cagub-cawagub DKI memiliki kelebihan masing-masing dalam hal komunikasi, penguasaan masalah, dan program kerja.


Tampil 'Menawan' Bawakan Acara Debat Cagub DKI, Ira Koesno Curi Perhatian

“Pak Ahok malam ini dia sangat rileks. sangat menguasai mengandalkan pengalamannya, jadi kalau pemilih rasional memilih Ahok-Djarot. Tapi tidak semua warga DKI pemilih rasional,” kata Effendy dalam diskusi di Studio TV One, belum lama ini.

Sementara itu, pengamat politik yang juga Direktur Poll Tracking, Hanta Yudha, mengatakan, ketiga paslon cagub-cawagub DKI punya sasaran tersendiri dalam kampanye, termasuk dalam debat. Jika pemilih rasional diperkirakan cenderung ke Ahok-Djarot, maka Agus-Sylvi bisa unggul di kalangan pemilih psikologis.

“Secara teoritis, ada tiga tipe pemilih. Pemilih rasional, dia akan melihat program dan kinerja. Kalau pemilih psikologis, yang dilihat soal gaya bicara dan sebagainya. Kalau pemilih sosiologis, dia akan mempertimbangkan agama, suku, dan sebagainya,” beber Hanta dalam pemaparan hasil surveinya.

Dikatakan Hanta, dalam survei yang dilakukan oleh Poll Tracking terhadap responden seusai debat berlangsung, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylviana) lebih unggul dari Ahok-Djarot dalam soal komunikasi. Penilaian komunikasi Agus-Sylvi sebesar 27,1%, sedangkan Ahok-Djarot 26,29%.

Dalam soal komunikasi, Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) masih yang teratas, yaitu 32,59%. Namun, Anies-Sandiaga mendapatkan penilaian terendah dalam soal penguasaan masalah, yaitu 21,40%. Angka itu lebih rendah dari Agus-Sylvi (26,22%) dan Ahok-Djarot (37,33%).

Untuk lebih lengkapnya, berikut penilaian responden atas ketiga pasangan calon dalam debat menurut lembaga survei Poll Tracking:

Sandi Geram Saat Anies Disebut Menteri dan Dosen Saat Debat

Halaman: 
Penulis : Riana