logo


PTN Diminta Prioritaskan Siswa Tidak Mampu

Pembiayaan terhadap siswa yang kurang mampu akan ditanggung oleh negara melalui program Bidikmisi

13 Januari 2017 19:42 WIB

Menristekdikti Mohammad Nasir.
Menristekdikti Mohammad Nasir. dok. Kemristekdikti

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dihimbau untuk memprioritaskan siswa yang tidak mampu dalam penerimaan siswa baru. Hal itu disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 13 Desember 2017.

Menurut Nasir, pembiayaan terhadap siswa yang kurang mampu akan ditanggung oleh negara melalui program Bidikmisi. Pada tahun 2017, kata Nasir, pihak Kemristekdikti menambah kuota beasiswa dari sebelumnya 75.000 menjadi 90.000 beasiswa.

Nasir mengharapkan, calon mahasiswa dari kalangan tidak mampu dapat mendaftar di program Bidikmisi. Pendaftaran dapat dilakukan secara online via laman http://belmawa.ristekdikti.go.id/bidikmisi.


Ini Sebabnya Ahok Minta Kepala Sekolah Diperiksa

Nasir juga mengatakan Pada tahun ini, pemerintah juga meningkatkan biaya hidup penerima beasiswa Bidikmisi dari sebelumnya Rp600.000 per bulan menjadi Rp650.000 per bulan.

Seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dibuka. Seleksinya dilakukan melalui tiga cara yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri.

SNMPTN merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri berdasarkan nilai rapor dan prestasi akademik. Sementara SBMPTN berdasarkan nilai hasil ujian dan seleksi mandiri merupakan ujian yang diselenggarakan universitas.

"Penerimaan SNMPTN dan SBMPTN harus bisa merata untuk anak-anak Indonesia. Baik dari Papua sampai Aceh," ujar Nasir.

4 Sekolah dengan Konsep Pendidikan yang Tak Lazim di Dunia

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas