logo


Keislaman Soekarno dan Imam Bukhari di Negeri Komunis

Tak ada yang banyak tahu bahwa Soekarno-lah penemu dari makam perawi dari hadist Nabi Muhammad SAW. Tak hanya itu, tak banyak yang tahu pula bahwa setiap kunjungannya ke luar negeri, Bung Karno selalu menyatakan dirinya sebagai seorang muslim sejati.

13 Januari 2017 17:23 WIB

Mantan Presiden RI, Ir Soekarno.
Mantan Presiden RI, Ir Soekarno. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pihak Rusia atau Uni Soviet saat itu akhirnya menemukan cara cemerlang untuk mendatangkan Presiden Soekarno ke negeri beruang merah. Terlebih, pihak Indonesia baru saja menahan pilot intelijen Amerika Serikat (AS) Allan Pope yang terbukti terlibat dalam pemberontakan mendukung gerakan Permesta di Sulawesi Utara pada 1958.

Aktornya saat itu ialah pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet, sekaligus penguasa tertinggi Negeri Tirai Besi, Nikita Sergeyevich Khrushchev. Khrushchev merasa menang atas rival perang dinginnya dengan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy.

Kamerad Khrushchev memanfaatkan sikap Soekarno yang ogah membebaskan pilot bayaran tersebut setelah pesawat yang digunakannya ditembaki TNI di kawasan Maluku. Khrushchev pun untuk perihal yang demikian itu berani menegaskan bahwa Indonesia kini berdiri di belakang raja komunis Uni Soviet, bukan raja kapitalis liberalis AS.


Tujuh Tahun Wafat, Bangsa Ini Rindu Toleransi Gus Dur

"Paduka Yang Mulia, Bung Karno. Kami mengundang Yang Mulia untuk datang ke Moskow, menjadi tamu kehormatan negara dan bangsa kami," kata Khruschev, yang dikatakannya langsung melalui sambungan telepon dalam bahasa Inggris, pada Januari 1961.

Namun, bukanlah Bung Karno namanya yang begitu saja menerima niatan baik dari seorang petinggi bangsa lain. Mengingat, Bung karno tahu betul suasana batin yang sedang menyelimuti Khrushchev.

Jangan Lagi Khianati Pancasila Sebagai Ideologi

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah