logo


Distribusi Kartu Tani di Jawa Tengah Ditargetkan Tuntas Tahun 2017

Ganjar menyebutkan bahwa Kartu Tani bermanfaat untuk mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi secara Enam Tepat, yakni Tepat jenis, jumlah, harga, mutu, waktu dan tempat.

12 Januari 2017 22:00 WIB

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat Peluncuran kartu tersebut dilaksanakan di Lapangan Drh Supardi,  Magelang, Kamis (12/1)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat Peluncuran kartu tersebut dilaksanakan di Lapangan Drh Supardi, Magelang, Kamis (12/1) Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan dapat mendistribusikan Kartu Tani ke seluruh petani di Jawa Tengah di tahun 2017. Total petani yang ada saat ini sekitar 1.484.221 petani di 22 Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah, sedangkan baru 239.856 petani yang sudah mendapat Kartu Tani.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mendampingi Menteri BUMN, Rini Soemarno mendistribusikan Kartu Tani secara serentak di 21 kabupaten/ kota se-Jawa Tengah. Prosesi peluncuran kartu tersebut dilaksanakan di Lapangan Drh Supardi,  Magelang, Kamis (12/1).

"Di 2017 ini mesti tuntas. Distribusi kartu yang diterima petani sampai dengan 8 Januari 2017 sebanyak 239.856 kartu. Yang siap dibagikan hingga akhir Januari  nanti 828.831 kartu. Sekarang dalam proses 681.100 kartu. Paling lambat, tadi bilangnya Bu Menteri, sebelum lebaran beres," ujar Ganjar.

Ganjar menyebutkan bahwa Kartu Tani bermanfaat untuk mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi secara Enam Tepat, yakni Tepat jenis, jumlah, harga, mutu, waktu dan tempat.  Sehingga pendistribusian pupuk bersubsidi dan ada keterjaminan pupuk untuk petani. Selain itu, lanjutnya, Kartu Tani memudahkan pengalokasian bantuan sarana produksi padi (Saprodi) dan sarana produksi pertanian (Saproktan). Utamanya untuk petani yang termasuk kategori kurang mampu.

Ketidakstabilan harga komoditi pertanian menurutnya juga bisa diantisipasi melalui Kartu Tani, karena kartu tersebut terhubung dengan sistem informasi pertanian Indonesia (Sinpi).  

"Hari ini harga cabai tinggi kita tidak bisa operasi pasar karena kita tidak punya data di mana ada cabai. Padahal kalau hari ini mereka punya Kartu Tani kita bisa tahu daerah mana saja yang panen cabai," terangnya.

Diluncurkannya Kartu Tani di Jawa Tengah ini diapresiasi oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno. Dia berharap upaya  yang diprakarsai Pemrov Jateng yang menggandeng BRI ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan nelayan.

“Kartu tani nantinya akan diintegrasikan untuk keperluan program pemerintah lainnya dalam mengurangi kesenjangan,” kata Rini.

Anak Usaha Hulu Pertamina Raih Penghargaan Kinerja Terbaik Eksplorasi 2016

Halaman: 
Penulis : Miftahul Abrori, Marselinus Gunas