logo


Pedagang Keluhkan Kualitas Cabai Rawit dari Bulog dan PPI

Dari Bulog dan PPI pedagang mendapatkan cabai dengan harga yang lebih murah

12 Januari 2017 14:07 WIB

Cabai rawit.
Cabai rawit. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sejumlah pedagang mengeluhkan kualitas cabai rawit merah yang digelontrokan Bulog dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dalam operasi pasar (op).

Keluhan itu salah satunya datang dari Desi (28), seorang pedagang cabai di Jakarta. Menurutnya, kualitas cabai yang didistribusikan Bulog kurang bagus.

"Kualitasnya kurang. Mungkin karena terlalu lama di kulkas," kata Desi, Kamis (12/1), di Jakarta. Dari Bulog, Desi mendapat cabai dengan harga Rp 60.000 per kilogram dan dijual dengan harga Rp 65.000 per kilogram sesuai dengan arahan pihak Bulog.


Saat Jabat Gubernur, Ahok Ngaku Belum Bisa Kendalikan Harga Cabai dan Bawang

Senada, keluhan juga datang dari Ani, pedagang cabai di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur. Meski memperoleh harga yang lebih murah, tetapi kualitas cabai yang didapatnya kurang bagus.

Dari PPI, Ani mendapatkan cabai rawit dengan harga Rp 82.000 per kilogram dan dijualnya dengan harga Rp 120.000 per kilogram. "Lebih murah tapi cabainya jelek," kata Ani di kiosnya.

Diungkapkan Ani, cabai yang didistribusikan PPI lebih kecil dan ramping dibandingkan cabai yang saat ini harganya melonjak. Bahkan, dalam empat kilogram yang ia dapatkan dari PPI, sekitar seperempat kilogram cabai di antaranya susut.

"Kalau yang mahal sekarang, gak ada busuknya," imbuh Ani.

Untuk diketahui, harga cabai rawit di pasar melonjak dengan kisaran harga Rp 120.000-150.000 per kilogram. Pedagang mendapatkan cabai dari Pasar Induk Kramat Jati dengan rentang harga Rp 110.000-135.000 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit dijual di Pasar Senen seharga Rp 122.000 ribu per kilogram.

Direktur Komersial dan Pemasaran PPI, Trisilo Ari Setiawan mengatakan cabai yang disalurkan ke Pasar Rawamangun berasal dari Jawa Timur.

Adapun bentuk yang berbeda dengan cabai lainnya dipengaruhi oleh iklim dan sumber cabai. "Tergantung masing-masing produsen, hasilnya tidak seragam," jelas Trisilo.

 

DPR Menilai Program Pengaturan Manajemen Tanam Kementan Belum Berjalan Maksimal

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro