logo


Program 'Kampung Cabai' Solusi Jitu Hadapi Kenaikan Harga Cabai

Kenaikan harga cabai tidak berpengaruh signifikan terhadap warga tersebut

12 Januari 2017 11:47 WIB

Petani memanen cabai merah di Sumowono, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (2/4).
Petani memanen cabai merah di Sumowono, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (2/4). Antara Foto

KLATEN, JITUNEWS.COM - Mahalnya harga cabai bukan menjadi sebuah masalah besar bagi masyarakat desa Kemudo, kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Sebab di daerah tersebut hampir setiap kepala keluarga (KK) menanam cabai, sayuran, maupun buah-buahan di lahan pekarangan yang kosong.

Kegiatan yang sudah berjalan sejak 2013 tersebut sangat diapresiasi oleh pemerintah desa. Bahkan, Kepala Desa (Kades) Kemudo, Hermawan Kristanto, menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk meluncurkan program gizi di tahun 2014.

Melalui program ini, setiap KK memperoleh bantuan bibit sayuran, buah-buahan, dan tanaman hingga mencapai 50 polybag, tergantung luas lahan yang tersedia. Bantuan tersebut berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Klaten.


Kasihan Nasib Petani, Padahal Harga Cabai Melejit

“Kami melihat lahan pekarangan warga masih banyak yang kosong, maka kita ciptakan kebun gizi. Awalnya hanya 1 RW (Rukun Warga) yang memanfaatkan lahan kosongnya. Namun berjalannya waktu, sekarang hampir diikuti 12 RW dari total 13 RW yang ada di Kemudo,” ungkap Hermawan, Selasa (10/1/2017).

Bank Indonesia turut berpartisipasi dengan menyumbangkan 400 bibit cabai pada pertengahan 2016 lalu. Program yang diberi nama “Kampung Cabai” ini bertujuan untuk mendukung pengendalian inflasi melalui pengurangan pembelian cabai segar di pasar.

Sidak ke Pasar Induk, Setnov Sebut Harga Cabai Turun Rp 20.000/Kg

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama