logo


Yamma Carlos Digojlok di Camp Militer Sebelum Syuting Film TNI

Aktor atletis berpostur 180 cm ini sejak kecil terobsesi ingin jadi TNI. Itu yang membuat ia antusias mengikuti latihan di camp militer

12 Januari 2017 10:11 WIB

Yama Carlos.
Yama Carlos. Instagram @yamacarlos7

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Buat sebagian orang -- obsesi bisa dikejar sampai kapan pun. Tapi ada juga yang terbentur aturan batas usia, sehingga obsesi tak mungkin dikejar lagi. Yamma Carlos yang kini 36 tahun, tak mungkin lagi menjadi tentara. Namun Tuhan mendengar luapan keinginan hatinya untuk menjadi tentara -- meski itu hanya peran di film layar lebar saja, tetapi harus melalui perjuangan berat masuk camp militer dilatih bersama tentara tempur sungguhan.

Dalam bincang-bincang wartawan Jitunews, Yusran Edo Fauzi dengan Yamma Carlos di Studio Persari, di Jalan Manggis, Ciganjur-Jagakarsa, Jakarta Selatan, terpetik beberapa kutipan yang tidak biasa dialami oleh seorang aktor. Berikut dialognya ;

Jitunews ; Anda menjadi pemain utama di film-film militer TNI, apa ini tantangan akting biasa ?


Waduh! Dalam Foto Ini, Jokowi Kalah Kekar dari Jenderal Andika dan Kalah Tinggi dari...

Yamma Carlos ; Sampai saat ini saya sudah memerankan empat film bertema militer sebagai anggota TNI, yang pertama film ”Badai di Ujung Negeri”, yang kedua film ”Masalembo” dan yang ketiga film ”Garuda 23” yang lagi tayang di bioskop-bioskop, serta film berjudul ”Tujuh Belasan” yang akan tayang April 2017.

Saya dipercaya main film militer -- bukan karena kedekatan secara pribadi dengan pihak production house. Saya ikut casting dengan pakaian loreng TNI. Kebanggaan buat saya, karena dari kecil ingin jadi tentara. Tapi kedua orangtua nggak izinkan. Saya anak bungsu dari dua bersaudara, kakak perempuan. Orangtua enggak kepingin berjauhan dari saya. Sedangkan kalau jadi TNI berarti milik negara, harus mematuhi perintah komando ditempatkan di mana saja. Keluarga bukan lagi nomor satu. Nomor satunya adalah tugas negara. Itu juga saya rasakan waktu dilatih di camp militer sebelum syutin benar-benar fokus konsentrasi seperti tentara sungguhan. Sementara putus hubungan dengan keluarga.

Letkol Dono, Korban Penembakan, Ternyata Berhubungan dengan...

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi