logo


Soal Latihan Bela Negara TNI ke FPI, Menhan: Tanpa Izin Saya, Boleh Saja

Idealnya, setiap kegiatan TNI yang berhubungan dengan program bela negara harusnya atas seizin dari Kementerian Pertahanan. Namun ketentuan perizinan itu tidak baku untuk dipenuhi.

11 Januari 2017 09:45 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kontroversi latihan militer TNI ke Front Pembela Islam (FPI) beberapa waktu lalu mendapat respon dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Moment yang disebut sebagai "latihan bela negara" oleh pihak TNI itu dinilai Ryamizard sebagai hal yang wajar. Ia juga mengatakan tanpa seizin dirinya sebagai Menteri Pertahanan sekali pun latihan itu masih bisa tetap dijalankan.

"Ya boleh saja, masa nggak boleh (FPI) ya. Saya makanya mau verifikasi ya kenapa bisa terjadi (kasus pencopotan)," ujar Ryamizard, di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Ryamizard mengakui, idealnya, setiap kegiatan TNI yang berhubungan dengan program bela negara harusnya atas seizin dari Kementerian Pertahanan. Namun ketentuan perizinan itu, kata dia, tidak baku untuk dipenuhi.

"Saya baru selidiki training FPI, harusnya izin saya dulu tapi kalau nggak izin nggak apa-apa juga sih, cuma kalau ada hal yang luar biasa (saja)," kata Ryamizard.


Pencopotan Dandim adalah Langkah Tepat TNI

Menurut Ryamizard, selama pemberian materi program bela negara berujung pada sesuatu hasil yang positif maka tidak ada masalah.

"Ya kalau kita mengajarkan baik ya boleh kenapa nggak, semua bangsa ini harus bela negara, FPI juga bela negara," demikian Ryamizard.

Sebagaimana diketahui, program latihan militer yang dilakukan TNI ke FPI telah disoroti berbagai kalangan. Ketua Setara Institute Hendardi menilai pelaksanaan program latihan militer Front Pembela Islam (FPI) oleh TNI menguatkan dugaan bahwa TNI memiliki kedekatan dengan kelompok radikal yang antikemajemukan.

Kedekatan tersebut semakin menyulitkan penegakan hukum terhadap kelompok radikal yang kerap melancarkan aksi intoleran.

Hendardi mengecam program itu. Menurutnya, ‎tindakan TNI memberikan program latihan militer kepada FPI menunjukan standar ganda TNI yang kerap menyuarakan NKRI. Secara politik dan etis tindakan TNI justru menimbulkan berpotensi menimbulkan kontroversi baru.

"TNI mengalami disorientasi serius dalam menjalankan perannya sebagai aparat pertahanan negara dan elemen yang juga dituntut berkontribusi menjaga kebhinekaan. Sekalipun secara legal tindakan TNI melatih FPI bukanlah pelanggaran, tetapi secara politik dan etis, tindakan itu dapat memunculkan ketegangan dan kontroversi baru," ujarnya di Jakarta, Minggu (8/1/2017).

Setara Institute: Latihan Militer FPI oleh TNI mempertegas dugaan 'kedekatan' TNI dengan kelompok Islam radikal

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas