logo


Praktik Korupsi, Picu Tak Suksesnya Swasembada Pangan

Sektor pangan Tanah Air rentan dengan praktik korupsi

9 Januari 2017 11:23 WIB

Ilustrasi korupsi.
Ilustrasi korupsi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM– Hingga saat ini sektor pangan tanah air selalu menjadi sorotan. Mulai dari proses produksi pangan yang belum maksimal, kisaran harga yang terus melambung, hingga adanya praktik korupsi yang juga sangat rentan terjadi di sektor penting tersebut.

Terkait penanganan praktik korupsi di sektor tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkomitmen untuk lebih fokus memperhatikannya.

Bukan tanpa alasan, pada tahun lalu lebih dari seratus laporan dari masyarakat terkait bidang pangan yang dilayangkan ke KPK. Dari jumlah itu sekitar 60-70 persen berpotensi sebagai tindak pidana korupsi.

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, menyebutkan laporan itu semuanya terkait dengan sektor pangan. Mulai dari masalah di perunggasan, daging sapi, beras, jagung, cabai, bawang, dan komoditas lainnya.

“Sektor pangan rentan tindak pidana korupsi, sehingga KPK akan perhatian ini secara khusus,” tegas Laode, Senin (9/1), di Jakarta.

Masih maraknya potensi korupsi itu pun ditegaskan Laode menjadi salah satu pemicu tidak suksesnya program pangan yang dicanangkan pemerintah dalam hal ini swasembada pangan.

Oleh karena itu, untuk membangun setiap lini di sektor pangan menjadi lebih baik, praktik-praktik korupsi sekecil apapun harus segera dihilangkan.

“Kalau ingin program pemerintah ini bisa berjalan maksimal, maka pemerintah juga harus berani menjauhkan praktik-praktik korupsi di sektor pangan,” tandas Laode.


KPK Dalami Keterlibatan Anak Bupati KIaten dalam Suap Dagang Jabatan

Sukseskan Swasebada Pangan, Kementan Gencar Lakukan Perubahan Regulasi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro