logo


Ini Tanggapan Gubernur Ganjar Pranowo Soal Korupsi Pada Dinasti Politik

Ganjar Pranowo menilai potensi kerawanan korupsi tidak selalu berasal dari dinasti politik

9 Januari 2017 10:29 WIB

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten, Sri Hartini, sontak mengungkap polemik di balik adanya politik dinasti. Politik dinasti yang terjadi di lingkup Bupati dan Wakil Bupati Klaten melibatkan dua pasangan suami istri yakni almarhum Haryanto Wibowo-Sri Hartini dan Sunarna-Sri Mulyani.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan keterangan terkait adanya dinasti politik di lingkup pemerintahannya. Ganjar menyatakan, politik dinasti yang saat ini marak diperbincangkan, menjadi sesuatu yang wajar.

Ganjar Pranowo menilai dinasti politik sebagai pimpinan daerah tidak perlu dipermasalahkan. Dirinya mempertanyakan letak kesalahan dinasti politik yang mendapat dukungan dari rakyat saat Pilkada.


Mengungkap Dinasti Politik di Kabupaten Klaten Selama 15 Tahun Terakhir

"Sekarang saya tanya, dinasti politik itu salahnya di mana? Coba dijelaskan," ucap Ganjar Pranowo di Brebes, Jawa Tengah, Minggu (8/1/2017).

"Begini ya, kalau kita bicara dinasti politik tapi nyatanya dipilih sama rakyat, gimana?" lanjut Ganjar sambil menanyakan.

Mengenai potensi rawannya tindakan korupsi yang lebih besar pada dinasti politik, Ganjar beranggapan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Dia mencontohkan OTT yang terjadi di Kebumen, pemimpinnya bukan berasal dari dinasti politik.

"Lihat saja di Kebumen itu, dinasti politik bukan? Bukan, tapi tetap ada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kemarin OTT (Operasi Tangkap Tangan) di sana," tutur Ganjar.

 

Jokowi : Berita Hoax Picu Perpecahan

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama