logo


Klaim Kapolri Soal Kenaikan Tarif STNK Dibantah Banggar DPR

saat itu Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Menteri Perekonomian, Darmin Nasution lah yang mengusulkan kenaikan PNBP antara 100 persen hingga 275 persen

7 Januari 2017 06:30 WIB

Pengurusan STNK dan BPKB.
Pengurusan STNK dan BPKB. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Diberitakan sebelumnya, Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, kenaikan tarif pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) hingga Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) bukanlah keputusan dari Polri sepihak. Menurut Tito, keputusan itu telah dibahas lintas lembaga.

"Sudah dibicarakan cukup panjang dengan komisi III DPR dan Banggar (Badan Anggaran DPR). Usulan itu banyak juga yang dari Banggar," kata Tito, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menanggapi pernyataan Tito itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, Sukamta, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyetujui adanya aturan kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Polri, khususnya terkait administrasi penerbitan STNK dan BPKB.


Heran Biaya STNK Naik, Wasekjen MUI: Usulan Iblis dari Neraka Kah?

Menurut Sukamta, saat itu Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Menteri Perekonomian, Darmin Nasution, lah yang mengusulkan kenaikan PNBP antara 100 persen hingga 275 persen.

"Fraksi PKS secara personal anggota maupun fraksi sangat firm (tegas) dalam perdebatan maupun sikap akhir, kita tidak setuju hal itu dibebankan pada rakyat kecil. Jadi tidak benar juga kalau dikatakan asalnya dari Banggar, yang usul wakil pemerintah," ujar Sukamta, Jumat (6/1), di kompleks Parlemen, Jakarta.

Ditambahkan Sukamta, terkait dengan keputusan tersebut, sebelumnya ada sebuah diskusi di dalam forum. Namun tidak dicapai sebuah kesimpulan dalam forum itu.

"Sehingga tidak menjadi sebuah keputusan di Banggar bahwa pemerintah diminta untuk menaikan biaya STNK apalagi BPKB. Tidak ada dalam kesimpulan," tambah anggota Fraksi PKS itu.

Harga Serba Naik, Pemerintahan Jokowi-JK Dapat Kritik Pedas

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro