logo


Ini Himbauan TNI AU Kepada Anggotanya Pasca Peristiwa Tewasnya Prada Riki

Prada Riki tewas setelah menjadi bulan-bulanan sekitar 20 pria tak dikenal, Rabu malam (4/1).

6 Januari 2017 13:52 WIB

Kadispen AU Marsma Jemi Tri Sonjaya.
Kadispen AU Marsma Jemi Tri Sonjaya. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM-  TNI Angkatan Udara (AU) meminta semua prajuritnya menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam menanggapi peristiwa tewasnya salah seorang anggota mereka, Prada Riki, Rabu malam (4/1). Kepala Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya menghimbau kepada seluruh anggotanya agar menahan diri dan tidak reaktif dalam menanggapi kejadian itu.

"Saya mengimbau kepada yang lain (prajurit TNI AU) untuk menahan diri," kata Jemi, Jumat, 6 Januari 2016.

Jemi juga menegaskan pihak TNI AU menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada pihak kepolisian.

Jemi mengatakan pihaknya sudah menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Kita hanya koordinasi saja. Kita sudah serahkan ke kepolisian untuk dilakukan proses hukum. Koordinasi antara Pomau dan kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini supaya tidak berkembang lebih jauh. Kami sudah menyerahkan prosesnya kepada pihak kepolisian," tutur Jemi.

Selanjutnya, Jemi meminta jajaran pimpinan TNI AU mengimbau seluruh anggotanya agar tidak terpancing emosi atas insiden tersebut. TNI AU juga mengimbau pelaku penyerangan yang belum tertangkap menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

"Untuk mencegah agar kasus tersebut tidak berkembang luas, pimpinan TNI AU menekankan agar seluruh anggota dan satuan jajarannya tidak terpancing dengan kejadian tersebut, yang dapat memicu terjadinya tindakan balas dendam. Serta para pelaku segera menyerahkan diri ke pihak Kepolisian," ujar Jemi.

Sebagai informasi, Prada Riki tewas setelah menjadi bulan-bulanan sekitar 20 pria tak dikenal, Rabu malam (4/1). Kejadian ini bermula saat rekan Prada Riki, Serka Bayu Wicaksono, meminta bantuan untuk menghadapi dua orang mabuk yang mengganggunya bermain biliar di Nine Ball, Jalan Raya Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Prada Riki datang bersama empat temannya dan berhasil mengusir dua pria mabuk tersebut. Tiba-tiba dua pria itu datang bersama belasan temannya dan bentrokan antarkelompok pun terjadi. Kelompok Prada Riki kewalahan karena jumlah mereka tak sebanding.

Prada Riki dinyatakan meninggal akibat delapan tusukan di punggung, tangan kiri, pangkal lengan kiri, rusuk sebelah kiri, dan kepala bagian belakang.

Dari 9 Pesawat Hercules yang Dijanjikan Australia, Kini Baru Datang 6

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas