logo


Meski Harga Naik, Politisi PDI Perjuangan Ini Minta Pemerintah Tidak Impor Cabai

Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto mengatakan bahwa melambungnya harga cabai tersebut dikarenakan pemerintah tidak mempunyai basis data produksi yang mumpuni

5 Januari 2017 16:20 WIB

Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto.
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di awal tahun 2017, harga cabai merah kembali melambung tinggi. Lonjakan harga cabai ternyata tidak hanya di Jakarta namun di berbagai daerah di Indonesia. Tak tanggung-tanggung harga cabai merah dibanderol seharga Rp 100 ribu per Kg.

Menjawab persoalan tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto mengatakan bahwa melambungnya harga cabai tersebut dikarenakan pemerintah tidak mempunyai basis data produksi yang mumpuni sehingga sulit membuat strategi distribusi yang efektif dalam mengelola persoalan naiknya harga cabai yang terus berulang-ulang terjadi di Indonesia.

"Pemerintah kurang punya data produksi. Mestinya cabai yang surplus bisa dikirim ke wilayah yang gagal panen," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/1).


Mendag Akui, Saat Ini Pemerintah Belum Temukan Cara Atasi Masalah Cabai

Selain itu, melambungnya harga cabai juga dikarenakan faktor-faktor lain seperti gagal panen dan pasokan cabai yang tersedia terbatas, kendati demikian persoalan mahalnya harga cabai tidak akan mempengaruhi laju inflasi.

"Bukan bahan pokok juga. Enggak banyak pengaruh ke inflasi," tuturnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar Presiden Joko Widodo memberikan arahan tegas kepada para pembantunya atas kegagalan mereka menghandle kestabilan harga cabai di pasaran.

"Menteri itu diangkat oleh Presiden untuk bisa berfikir jauh dan punya konsep ke depan. Jangan memerankan peran tukang sulap. Ingin mengubah sesuatu dengan cepat. Semua menteri jangan jadi tukang sulap deh. Presiden harus ajarin menteri-menterinya jangan jadi tukang sulap," tegasnya.

Selain itu, dia mewanti-wanti Kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk tidak mengambil langkah instan untuk mengatasi persoalan melambungnya harga cabai dipasaran.

"Jangan sampai naiknya harga cabai dimanfaatkan untuk lakukan impor. Impor adalah cara termalas yang bisa dilakukan oleh seorang menteri untuk menyelesaikan masalah. Jangan impor pokoknya, masih ada cara lain selain impor," tukasnya.

Setelah Cabai Berbakteri China, Kini Masuk Bebek Ilegal Malaysia

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan