logo


Sandiaga Uno Sindir Sidang Kasus Ahok

Sandiaga Uno meminta masyarakat memilih pemimpin yang mempersatukan

3 Januari 2017 15:07 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarata terpilih Sandiaga Uno.
Wakil Gubernur DKI Jakarata terpilih Sandiaga Uno. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno, memberikan tanggapan terkait sidang kasus dugaan penistaan agama yang dijalani gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sandiaga menyindir sidang yang dijalani Ahok memicu timbulnya banyak pro dan kontra.

"Gubernur yang sekarang mempersatukan enggak? Sidangnya aja sudah bikin orang berantem. Bikin orang ribut dan berpecah, " ucap Sandiaga di Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).


Atlet PON dan Peparnas DKI Protes Soal Bonus, Inilah Tanggapan Sandiaga Uno

Sandiaga mengatakan bahwa faktor pemersatu harus jadi pertimbangan warga pada Pilgub DKI Jakarta tanggal 15 Februari mendatang. Sandiaga menginginkan warga memilih pemimpin yang baru untuk memimpin DKI Jakarta.

Sandiaga berharap demokrasi bagi warga Jakarta ke depannya adalah demokrasi yang sejuk dan dimulai dari contoh yang diberikan oleh pemimpinnya.

"Sama hadirnya pasangan yang akan membangun jembatan cinta di antara kubu yang satu menginginkan persatuan. Kita selalu mengedepankan demokrasi yang sejuk. Kita melihat ya ini adalah bagian daripada proses demokrasi. Sayangnya proses demokrasi kita banyak diarahkan ke demokrasi yang memecah belah," ucap Sandiaga Uno.

Selain itu, Sandiaga berujar bahwa demokrasi yang pasangan Anies-Sandi anut adalah demokrasi yang tidak memecah belah.

"Demokrasi yang tidak memecah belah, demokrasi yang mempersatukan. Ini yang sampai sekarang saya dan Anies berkomitmen 40 hari ke depan kita jangan lagi dipecah belah,"tutur Sandiaga.

Sandiaga Uno Sebut Ahok Hanya Memikirkan Masyarakat Menengah Atas

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama