logo


Kapolri : Penyebar Berita Hoax Turut Gunakan Jasa Profesional

Penyebar berita hoax dapat membuat suatu konten menjadi viral dengan jasa tenaga profesional

3 Januari 2017 11:20 WIB

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat acara Dialog Bersama Kapolri di kantor CDCC, Jakarta, Kamis (4/8).
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat acara Dialog Bersama Kapolri di kantor CDCC, Jakarta, Kamis (4/8). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, mengungkap bahwa terdapat tenaga profesional yang dipekerjakan untuk menyebarkan berita hoax di Internet.

Tito mengatakan pihaknya menyiapkan dua langkah dalam menyikapi kasus penyebaran berita hoax. Langkah tersebut yaitu meng-counter, menetralisir dan menyerang dengan menggunakan teknik-teknik IT. Selanjutnya adalah dengan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku.

"Antisipasinya kita akan meng-counter. Cuma sekarang repotnya mereka menggunakan mesin atau robot. Ternyata ada juga yang menggunakan jasa tenaga profesional, mereka bisa bayar agar kontennya bisa viral," ucap Tito di Mapolres Cimahi, Jawa Barat, Selasa (3/1/2017).


Kapolri: Polda Metro Jaya Berhasil Meneliti Data CCTV

Sementara itu, Menko Polhukam, Wiranto, berharap masyarakat lebih selektif dalam menerima maupun menyebarkan berita.

"Namun di sisi lain, ada sesuatu yang cukup memprihatinkan yakni kemajuan teknologi informasi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan kegiatan berupa penyesatan, pengelabuan," ucap Wiranto di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016) lalu.

Wiranto menambahkan bahwa penyalahgunaan kemajuan teknologi informasi di dalamnya juga terdapat ujaran-ujaran yang dapat menimbulkan kebencian serta fitnah.

"Kemudian di sana juga ada ujaran-ujaran yang tidak tepat, ujaran-ujaran kepada orang lain yang bisa menimbulkan kebencian, dendam, dan ada fitnah di sana," tutur Wiranto.

Hina Presiden dan Kapolri, JA Ditangkap Polisi

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama