logo


Anies "Serang" Ahok Soal Rusun

Selain pelibatan warga dalam proyek pembangunan, Anies juga menyatakan pihaknya siap membuat program yang dapat mendorong munculnya 200.000 wirausahawan baru di Jakarta.

2 Januari 2017 16:37 WIB

Kawasan Rusunawa Pulogebang.
Kawasan Rusunawa Pulogebang. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pembangunan rumah susun merupakan salah satu kebijakan Pemprov DKI yang disoroti Kubu Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Menurut Anies Baswedan, gencarnya proyek pembangunan rumah rusun oleh Pemerintah Provinsi DKI belum diimbangi dengan terserapnya tenaga kerja warga Jakarta.

"Sekarang ini bangun rumah susun nih pemerintah, tapi semua tenaganya dari luar. Warga di sekitarnya pada nganggur," kata Anies saat berkampanye di permukiman warga di Jalan Dr Makaliwe I, Kelurahan Grogol, Jakarta Barat, Senin (2/1/2017).

Anies menegaskan, proyek rusun Pemprov DKI justru menggunakan tenaga kerja dari luar Jakarta. Proyek rusun yang dicontohkan Anies adalah Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Ia menilai situasi tersebut merupakan masalah dan tidak adil. Karena saat ini banyak warga Jakarta yang menganggur.

Oleh karena itu, kata Anies, pasangan Anies-Sandi menawarkan agar ke depan, proyek yang dilelang di DKI Jakarta harus menggunakan tenaga kerja dari Jakarta.

"Semua program pemerintah, semua proyek-proyek harus menggunakan tenaga kerja dari Jakarta. Yang bekerja adalah warga Jakarta," ucap Anies.

Selain pelibatan warga dalam proyek pembangunan, Anies juga menyatakan pihaknya siap membuat program yang dapat mendorong munculnya 200.000 wirausahawan baru di Jakarta. Salah satu cara yang dilakukan adalah melonggarakan aturan mengenai lokasi tempat usaha.

Anies mengatakan saat ini ada peraturan yang ketat mengenai pendirian tempat usaha. Akibatnya banyak warga yang kesulitan membuka usaha di rumahnya sendiri. Karena itu, Anies berjanji akan mengubah peraturan tersebut.

"Yang bisa nyewa ruko kan pengusaha yang menengah. Kalau yang kecil bisanya kan di rumah," ucap Anies.

Berdasarkan data yang ia miliki, Anies menyebut saat ini jumlah pengangguran di Jakarta mencapai 300.000 orang. Ia menyebut jumlahnya bisa bertambah menjadi 500.000 orang jika yang dihitung adalah warga yang menjadi pengangguran terbuka.

Penyediaan lapangan kerja, lanjut Anies, merupakan satu dari tiga program prioritas yang dikedepannya. Karena itu, ia berkomitmen jika nantinya terpilih menjadi Gubernur DKI periode 2017-2022, tenaga kerja yang diberdayakan dalam proyek-proyek pembangunan di Jakarta adalah warga ber-KTP DKI Jakarta.

Agar Tak Ada Lagi Rusun Bocor, Ahok Janjikan Bakal Renovasi Total

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas