logo


Mabes TNI Bantah ada Perintah Tembak Mati Terhadap Pengedar Narkoba

Wuryanto menilai, hal tersebut sangat membahayakan, karena dalam tulisan tersebut ada kalimat perintah tembak ditempat, tangkap dan serahkan kepada pihak yang berwajib, apabila tidak didampingi POM TNI sesuai Matra.

2 Januari 2017 15:42 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberi pengarahan kepada Calon Pamong Praja Muda TA 2017 dan Civitas Akademika IPDN, di Balaiurung Rudini Kampus IPDN Jatinangor Sumedang, Jawa Barat, Jumat (16/12/2016)
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberi pengarahan kepada Calon Pamong Praja Muda TA 2017 dan Civitas Akademika IPDN, di Balaiurung Rudini Kampus IPDN Jatinangor Sumedang, Jawa Barat, Jumat (16/12/2016) Puspen TNI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Isu adanya instruksi Panglima TNI Gatot Nurmantyo terhadap bawahanya untuk menembak mati pengedar narkoba di dalam lingkungan perkantoran dan asrama militer. Kepala Puspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menegaskan Panglima TNI tidak pernah mengeluarkan instruksi kepada Kepala Staf Angkatan, seluruh Pangdam dan jajaran intelijen terkait razia Narkoba yang dilakukan oleh BNN dan Polri di lingkungan Perkantoran dan Asrama Militer.

“Beredarnya berita di Media Sosial dan WhatsApp terkait instruksi Panglima TNI kepada Kasad, Kasal dan Kasau, seluruh Pangdam dan jajaran intelijen tentang razia Narkoba yang dilaksanakan oleh BNN dan Kepolisian maupun pihak lain di lingkungan Perkantoran dan Asrama Militer, adalah berita bohong atau Hoax, yang dapat menyebabkan terjadinya benturan  antar institusi TNI, Polri dan BNN,” kata Kapuspen TNI Wuryanto melalui siaran pers yang diterima Jitunews.com, Senin (02/01/2017).

Wuryanto menilai, hal tersebut sangat membahayakan, karena dalam tulisan tersebut ada kalimat perintah tembak ditempat, tangkap dan serahkan kepada pihak yang berwajib, apabila tidak didampingi POM TNI sesuai Matra.  

Oleh karena itu, masih Wuryanto, seluruh masyarakat dan seluruh jajaran TNI diharapkan agar tidak mudah percaya terhadap berbagai isu yang menyesatkan, lebih waspada dan selektif dalam memilah dan memilih informasi yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab melalui Media Sosial dan WhatsApp serta tidak menyebarluaskan.

Wuryanto menjelaskan bahwa terkait pemberantasan Narkoba, TNI sangat serius dalam pemberantasan Narkoba, Hal ini diwujudkan dengan telah dibuatnya nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan BNN pada tanggal 13 Mei 2015.

“MoU tersebut berisi bantuan TNI kepada BNN dalam rangka pencegahan, pemberantasan peredaran narkotika dan prekusor (senyawa kimia) narkotika, dan pemberian bantuan rehabilitasi terhadap pemakai narkoba,” ujar Mayjen TNI Wuryanto.

Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengeluarkan perintah kepada seluruh jajaran TNI untuk melakukan bersih-bersih dari penyalahgunaan Narkoba sampai batas waktu bulan Juni 2016, bahkan dengan tegas Panglima TNI akan mencopot Komandan Satuan, apabila setelah bulan Juni masih terdapat penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oleh anggota disatuannya.

Terkait dengan penyalahgunaan Narkoba, kata Nurmantyo, Panglima TNI menegaskan TNI menyatakan perang terhadap Narkoba karena sudah menjadi ancaman nyata bangsa ini. Narkoba telah menyerang anak-anak dan generasi muda, bahkan telah merasuk kepada kehidupan prajurit TNI dan seluruh elemen bangsa Indonesia.

Panglima TNI Ajak Mahasiswa Siap Menjadi Generasi Pemimpin Bangsa

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas