logo


MUI Nilai Berita Hoax Dapat Mengancam Persatuan Bangsa

MUI menilai ada bahaya besar yang mengancam bila penyebar berita hoax tidak ditindak dengan tegas

31 Desember 2016 12:30 WIB

Ilustrasi gedung MUI.
Ilustrasi gedung MUI. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) setuju dengan usulan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai penindakan tegas terhadap pelaku penyebar berita hoax.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid menilai ada bahaya besar yang mengancam bila penyebar berita hoax dan juga fitnah tersebut tidak ditindak dengan tegas.

Zainut berujar bahwa bahaya besar yang dimaksud adalah dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.


Ahok Tanggapi Soal Video 'Rumah Terapung' Agus Yudhoyono

"Kalau hal tersebut dibiarkan bisa menimbulkan kekacauan dan bahkan bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," ucap Zainut, Jumat (30/12/2016) malam.

Zainut turut mengutarakan bahwa pihak yang menyebarkan berita bohong termasuk fitnah dan adu domba harus ditindak tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Seharusnya memang demikian. Semua yang menyebarkan berita bohong, memfitnah, mengadu domba dan sejenisnya harus ditindak tegas dan keras sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," lanjut Zainut.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin turut menyatakan bahwa menyebarkan berita bohong adalah dosa.

"Nabi pernah mengatakan, kita ini bisa tergolong orang yang berbohong, orang yang berdosa, ketika kita menyampaikan apa saja yang kita tidak yakin benar. (Itu) riwayat Muslim," ujar Lukman di Masjid Al-Munir, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (30/12/2016).

"Semua yang kita dengar lalu kita ceritakan, itu artinya kita bisa termasuk golongan orang-orang yang berbohong, berbuat dosa," lanjut Lukman.

Inilah Strategi Timses Ahok Tangkal Kampanye Hitam

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama