logo


Kerap Diberi Harga Mahal, Warga Pemegang KJP Protes

Mereka menduga, aksi para pedagang tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

30 Desember 2016 13:41 WIB

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengunjungi warga RW 02 Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/12).
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengunjungi warga RW 02 Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/12). Jitunews/Citra Fitri Mardiana

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Warga Jati Padang, Jakarta Selatan mengeluhkan pelayanan toko penjual peralatan sekolah yang kerap bersikap tidak adil kepada pengguna Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Satu di antara banyak ibu-ibu pemegang KJP di wilayah tersebut, Sita, mengatakan pihaknya kerap diperlakukan tidak adil saat berbelanja kebutuhan sekolah untuk anaknya.

Sita mengaku, dirinya dan pengguna KJP lain kerap ditanyai terlebih dahulu, pengguna KJP atau bukan, sewaktu berbelanja di toko-toko peralatan sekolah.


Ahok Bersuara Suara BLU, Begini Tanggapannya

"Kita semua suka dikerjain pak kalau belanja peralatan sekolah di toko-toko kecil. Ditanya dulu, pake KJP gak?" ungkap Sita, Jumat (30/12), saat Ahok melakukan blusukan di wilayahnya, RW 02 Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Seluruh ibu-ibu yang protes, merasa dirinya diberi harga berbeda dengan pembeli lain yang tidak menggunakan KJP. Mereka menduga, aksi para pedagang tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Selisihnya misalnya Rp 30 ribu normalnya, jadi Rp 50 ribu. Emang begitu harganya dari bapak?" ujar Sita bertanya kepada Ahok.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Gubernur non aktif, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), menampik bila pihaknya sengaja menerapkan kebijakan seperti itu.

Justru Ahok menyarankan, agar warga tidak lagi membeli peralatan sekolah di toko-toko kecil. Dirinya justru menyarankan untuk mulai beralih berbelanja kebutuhan sekolah di toko-toko berstandar, seperti Gramedia, Gunung Agung, atau Carrefour.

"Kalau ke toko kecil dikerjain. Harusnya ke toko yang standar, karena mereka gak akan tanya dulu (pakai KJP). Harga normal," tegas Ahok dalam kesempatan itu.

Diisukan Bakal Hapus Program KJP-KJS, Begini Reaksi Agus

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Christophorus Aji Saputro