logo


Panglima TNI Ajak Mahasiswa Siap Menjadi Generasi Pemimpin Bangsa

Mahasiswa dan mahasiswi diminta berjuang menjadi calon-calon pemimpin bangsa

29 Desember 2016 18:53 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjadi pembicara di Aula Sriboyo Universitas Samawa (Unsa), Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Kamis (29/12).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjadi pembicara di Aula Sriboyo Universitas Samawa (Unsa), Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Kamis (29/12). Puspen TNI

SUMBAWA, JITUNEWS.COM- Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mengajak seluruh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Samawa untuk berjuang menjadi para calon-calon pemimpin dan ksatria Indonesia di masa yang akan datang.

Menurut Gatot, bangsa Indonesia sebagai bangsa pejuang telah membuktikan bahwa kemerdekaan didapatkan dari hasil perjuangan para pahlawan yang di dalamnya mengalir darah patriot.

“Semangat rela berkorban jiwa dan raga membuktikan Indonesia dapat merebut kemerdekaan dari penjajah,” ujar Gatot, Kamis (29/12), di Aula Sriboyo Universitas Samawa (Unsa), Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.


Mabes TNI Bantah Panglima TNI Beri Ceramah di Markas Ormas Islam

Lebih lanjut, Gatot mengatakan, pertumbuhan jumlah penduduk yang sangat pesat dan ketersediaan pangan yang sangat terbatas, akan menimbulkan konflik dan kompetisi global yang luar biasa saat ini.

“Kalau bangsa Indonesia ingin selamat, maka kita harus menjadi bangsa pemenang,” tambah Gatot.

Tak hanya itu, Gatot juga menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara Equator di dunia yang mempunyai sumber energi hayati sepanjang tahun.

“Inilah yang menyebabkan negara-negara lain yang ingin merebut kekayaan alam Indonesia, karena energi fosil yang sudah makin menipis,” ungkap Gatot.

Narkoba, sambung Gatot, juga menjadi ancaman baru bagi kelangsungan suatu bangsa di seluruh dunia karena bisa menyebabkan lost generation, tidak terkecuali Indonesia.

“Semua kasus Narkoba yang terjadi di Indonesia adalah untuk lost generation dan inilah yang dikatakan perang candu serta merupakan bagian dari perang modern yang dikatakan proxy war,” pungkas Gatot.

Panglima TNI: Mari Sama-sama Kita Wujudkan Rasa Damai

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro