logo


2017, Pertamina Anggarkan Belanja Modal Rp39,8 Triliun

PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan sejumlah strategi investasi dan pembiayaan untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri di tahun 2017

24 Desember 2016 22:38 WIB

Pekerja melakukan proses pengisian gas LPG 3 kg.
Pekerja melakukan proses pengisian gas LPG 3 kg. Dok. Jitunews

JAKARTA. JITUNEWS-  PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan sejumlah strategi investasi dan pembiayaan untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri di tahun 2017 -- kendati di tengah kenaikan harga minyak dan gas dunia. Direktur Keuangan PT Pertamina, Arif Budiman, mengatakan perseroan menyiapkan belanja modal sebesar US$ 3 miliar atau setara Rp39,8 triliun pada tahun depan.

Rencananya belanja modal tersebut akan dipakai sebagai project financing, ECA (Export Credit Financing), reserve base lending untuk aset di luar negeri dan equity light instrument yang sudah ditawarkan ke investor yang mau repatriasi. ”Terlepas dari sumber-sumber pembiayaan yang lebih tradisional seperti obligasi dan pinjaman korporasi. Pertamina saat ini sedang mengkaji bentuk pendanaan lain di luar pinjaman bank dan obligasi,” ujar Arif Budiman, saat acara Pertamina Energy Forum di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta, pada (14/12) lalu.

Terkait kinerja keuangan, maka fokus utama Pertamina adalah efisiensi yang mendorong pertumbuhan laba bersih sehingga naik cukup tajam sekitar 100 persen dari tahun sebelumnya. Hingga kuartal ke-3 tahun ini Pertamina telah melakukan efisiensi sebesar US$ 1,6 miliar. Pertamina juga berhasil menurunkan posisi utang dari US$ 17,4 miliar menjadi US$ 11,6 miliar dengan cara menukar utang lama dengan pinjaman baru yang memiliki bunga lebih rendah.  

Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Goro Ekanto, mengatakan, untuk mendukung peningkatan investasi di industri hulu migas maka pemerintah akan memberikan insentif fiskal. Di antaranya keringanan pajak baik itu pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPn) maupun pajak bumi dan bangunan (PBB). ”Untuk tahap eksplorasi, kementerian juga akan memberikan sejumlah insentif,” tambah Goro Ekanto.

Strategi dan Tantangan Pertamina di Sektor Hilir Migas

Halaman: 
Penulis : Yusran Edo Fauzi,Fahad Hasan