logo


Setelah Cabai Berbakteri China, Kini Masuk Bebek Ilegal Malaysia

Daniel menagih ketegasan pemerintah dalam memutus jaringan kartel yang masih marak di negeri yang katanya Gemah Ripah Loh Jinawi.

23 Desember 2016 11:36 WIB

Ilustrasi peternak bebek.
Ilustrasi peternak bebek. beritadaerah.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Serbuan barang impor ilegal bertubi-tubi menghampiri Indonesia Belum selesai kasus cabai ilegal berbakteri di Bogor, kini kembali diisukan kehadiran bebek ilegal asal Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengatakan, segala jenis impor ilegal harus ditindak tegas, karena hal tersebut sudah masuk kategori kriminal.

"Impor ilegal harus ditindak tegas," ujarnya di Jakarta, Kamis Sore (22/12).


Harga Meroket, Pemerintah Didesak Stabilkan Harga Bawang Putih

Politisi PKB ini menilai, praktek perdagangan menyimpang yang menunggangi kebijakan impor terjadi lantaran masih banyaknya jaringan kartel di Indonesia. Oleh karena itu, Daniel menagih ketegasan pemerintah dalam memutus jaringan kartel yang masih marak di negeri yang katanya Gemah Ripah Loh Jinawi.

"Tugas kepolisian bersama perdagangan membongkar seluruh kartel yang buat petani dan peternak jadi susah," tuturnya.

Oleh karenanya, Daniel menyarankan agar pemerintah jangan asal mengimpor barang dari luar negeri, karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk membuat petani dan peternak lokal kurang sejahtera.

"Untuk izin impor pemerintah jangan segala hal diimpor, bagaimana petani dan peternak mau sejahtera dan indonesia bisa mandiri kalau selalu impor," kesalnya.

Bhima: Bisa Dobel Kerugian Indonesia!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah