logo


Hak Politik Dicabut, Ratu Atut Tidak Bisa Memilih Saat Pilgub Banten

Kasus korupsi sengketa Pilkada Lebak membuat Ratu Atut menuai cekalan di berbagai daerah.

23 Desember 2016 10:25 WIB

Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.
Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Istimewa

TANGERANG, JITUNEWS.COM - Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, tidak bisa memilih saat Pemilihan Gubernur Banten pada bulan Februari 2017 mendatang. Hal ini disebabkan hak politiknya telah dicabut menyusul kasus korupsi sengketa Pilkada Lebak yang menimpa dirinya.

KPU Kota Tangerang sudah memberikan sosialisasi terkait Pemilihan Gubernur Banten di Lapas Wanita, tempat Ratu Atut menghabiskan masa tahanannya.

Ketua KPU Kota Tangerang, Sanusi Pane, mengatakan, hal ini harus dilakukan untuk memberitahu bila warga binaan yang menjadi penghuni lapas mempunyai hak yang sama untuk menyoblos, terkecuali bagi mereka yang memang hak politiknya dicabut pengadilan.


Menkominfo : Tak Ada Toleransi Pada Paham Radikal di Medsos

Menurut Sanusi Pane, setelah dicabut hak politiknya, nama Ratu Atut tidak masuk DPT, baik di Kota Tangerang maupun Serang.

"Terakhir kita dikonfirmasi, semula nama Bu Atut terdata di Serang, lalu dia kena cekal, dicabut hak pilihnya sesuai putusan persidangan," ujar Sanusi Pane, Kamis (22/12/2016).

Selain itu, Mahkamah Agung (MA) juga menyatakan Ratu Atut Chosiyah dicabut hak politiknya. Hal itu ditetapkan dalam putusan bernomor 285 K/Pid.Sus/2015 Tahun 2015.

Terbanyak Sumbang Dana Kampanye, Sandiaga : Tidak Perlu 'Itung-itungan' Untuk Bangun Jakarta

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama