logo


Investigasi Petral, Faisal BasriTemui Masalah

Faisal mengaku Petral tidak bisa dengan mudah diinvestigasi

24 November 2014 16:01 WIB

Faisal Basri (Istimewa)
Faisal Basri (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Faisal Basri memprioritaskan untuk menganalisa kegiatan anak perusahaan PT. Pertamina (Persero), Pertamina Energy Trading Limited (Petral) pada awal masa jabatannya sebagai Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas.

Ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Faisal mengatakan, "Ini yang menjadi prioritas. Hal ini merupakan salah satu poin yang diamanatkan pemerintah kepada tim. Saya juga diminta Menteri ESDM agar beberapa hasil analisa dapat diketahui publik."

Faisal mengaku Petral tidak bisa dengan mudah diinvestigasi, karena Petral merupakan badan usahanya memiliki izin di Hongkong sementara untuk kegiatan usahanya sendiri lebih terfokus di Singapura.


2014, Pemanfaatan Biodiesel Baru Sebesar 1,4 Juta KL

"Saya diminta pak Menteri saling berbagi dengan BPKP untuk mengaudit migas. Petral tidak  bisa diaudit sembarangan, karena badan hukumnya hongkong, sementara anak usaha di Singapura." tambah Faisal.

Lebih lanjut, Faisal akan mengaudit lebih dalam soal Petral ini dimulai sejak Petral berdiri pada
1976. Petral yang dulu bernama Petra Oil didirikan zaman Pak Harto. Dimana sahamnya 40% dari pertamina, 20% Tommy Soeharto, 20% bob hasan, 20% karyawan pertamina.

 

Besok, Harga BBM Premium Rp 7.600 per Liter

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan