logo


7 Tips Hindari Investasi Bodong

Selalu saja investasi bodong memasang jebakan iming-iming keuntungan yang menggiurkan.

22 Desember 2016 08:59 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. cnbc.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Akhir-akhir ini istilah ”investasi bodong” sering jadi topik berita, karena masyarakat terbuai atau tergiur iming-iming keuntungan besar tanpa susah payah bekerja. Apalagi kalau pemilik perusahaan investasi itu adalah seorang artis, biasanya masyarakat mudah percaya.

Padahal masyarakat sudah disuguhi pemberitaan modus penipuan berkedok investasi yang kerap disebut ”investasi bodong.” Untuk itu, Jitunews.com bermaksud membantu pembaca agar terhindar dari jebakan iming-iming yang menggiurkan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata investasi termasuk kata benda yang didefinisikan sebagai bentuk penanaman uang atau modal di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.


Perundingan Review BTA RI-Malaysia Alami Kemajuan

Namun dalam kenyataannya, ada banyak bentuk investasi yang ditawarkan kepada konsumen tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama menyangkut pembagian keuntungan yang di awalnya memang ”manis” dengan mengabulkan janji keuntungan pertama yang wow nominalnya. Tetapi setelah itu, pembagian keuntungan hanya janji-janji kosong. Bahkan dana nasabah yang tersimpan juga ikut lenyap dan tidak jelas keberadaannya. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan istilah ”investasi bodong” di kalangan masyarakat.

Untuk menghindari korban semakin banyak, maka perlu disosialisasikan kiat khusus bagi masyarakat untuk berinvestasi secara aman dan bebas dari investasi bodong.

1. Waspada jika mendapat tawaran keuntungan yang luar biasa menarik

Memang tidak semua tawaran investasi menjanjikan keuntungan yang menarik bisa dikategorikan investasi bodong. Namun ada baiknya Anda waspada jika mendapat tawaran yang demikian.

Lakukan penghitungan matematika secara sederhana untuk memperkirakan apakah tawaran tersebut masuk akal? Terutama jika modal uang yang diinvestasikan jumlahnya tidak terlalu besar, tapi Anda dijanjikan keuntungan sangat besar dan dalam jangka waktu yang sangat pendek. Itu lah salah satu ciri dari investasi bodong.

2. Lakukan pemeriksaan dokumen perizinan lembaga atau perusahaan investasi

Setiap lembaga atau produk keuangan yang menghimpun dana masyarakat dan pengelolaan investasi harus mengantongi izin resmi dari instansi terkait dan berwenang, seperti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Departemen Keuangan atau Bank Indonesia atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) Departemen Perdagangan.

Waspada lah jika perusahaan atau lembaga tersebut hanya memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) untuk menjalankan produk investasinya, karena SIUP bukan izin untuk melakukan penghimpunan dana dan pengelolaan investasi.

3. Telitilah bentuk dan cara pemasaran produk investasi

Dalam berbagai produk investasi yang resmi, soal mekanisme cara kerja, pembagian keuntungan, dan hal-hal lainnya sudah diatur secara jelas, bahkan sebagian besar perusahaan sudah memiliki standar operasi yang baku dalam menjalankan produknya.

Namun sebaliknya, perusahaan atau lembaga yang menjalankan produk investasi bodong -- terkadang tidak mempunyai standar baku tentang bagaimana menjalankan produk investasi tersebut. Bahkan ada beberapa investasi bodong yang justru tidak memiliki produk dan cara penjualan yang resmi.

4. Jangan menyerahkan dana sebelum membuat dan menandatangani perjanjian yang resmi dan detail

Sebelum menandatangani perjanjian investasi, harus baca dengan teliti setiap pasal yang tertuang dalam perjanjian tersebut -- agar tidak menimbulkan salah persepsi di kemudian hari. Jika perlu, lakukan pengikatan perjanjian jual beli di hadapan notaris.

5.Waspada terhadap segala bentuk rayuan yang memaksa untuk mengambil keputusan dengan segera

Ada baiknya Anda mempelajari secara teliti produk investasi tersebut, termasuk mencari tahu latar belakang perusahaan yang menyelenggarakan investasi tersebut sebelum mengambil keputusan keikutsertaan Anda dalam investasi tersebut.

6. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang produk investasi tersebut

Bagaimana perusahaan atau lembaga tersebut menanamkan investasi para nasabahnya ? Instrumen apa yang digunakan perusahaan atau lembaga tersebut untuk menghasilkan keuntungan seperti yang dijanjikan ? Jika investasi ditanamkan dalam bentuk riil, seperti perkebunan -- maka sebisa mungkin Anda meluangkan waktu untuk melihat secara langsung produk riil dari investasi tersebut.

Jangan lengah meskipun Anda telah menjadi bagian dari investasi tersebut, Anda harus tetap memantau perkembangan produk yang Anda investasikan.

Semua berawal dari kehati-hatian. Memang, tidak semua produk investasi yang ditawarkan kepada masyarakat adalah investasi bodong, karena ada juga produk-produk investasi yang memang secara nyata memberikan keuntungan bagi para nasabahnya sesuai perjanjian. Tapi biasanya besar keuntungan yang diperoleh nasabah tidak terlalu fantastis untuk ukuran jangka pendek, karena prinsip investasi sesungguhnya adalah menghasilkan keuntungan bagi nasabahnya dalam jangka panjang.

7. Cek ke Otoritas Jasa Keuangan

Untuk itulah diperlukan penelusuran secara mendalam kepastian hukum dari perusahaan atau lembaga yang menawarkan produk investasi tersebut, termasuk informasi tentang keabsahan produk investasi yang dijalankannya.

Jangan ragu untuk menghubungi pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bisa melalui Call Center 1500655, untuk menanyakan semua informasi tentang perusahaan atau lembaga, termasuk produk investasi tersebut. Apakah sudah terdaftar secara resmi. Selain itu, Anda bisa menanyakan secara langsung kredibilitas perusahaan atau lembaga tersebut selama menjalankan bisnisnnya.

Incar Kerja Sama di Bidang Teknologi, Perusahaan Indonesia Ikut Business Matching di Tokyo

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi