logo


Kerjasama, Kementan-BPOM Perketat Pengawasan Olahan Hasil Ternak

Kesepakatan kerja sama ini untuk meningkatkan jaminan keamanan dan mutu pangan olahan hasil peternakan guna perlindungan kesehatan masyarakat.

21 Desember 2016 10:18 WIB

Ilustrasi, peternak sapi potong.
Ilustrasi, peternak sapi potong. ppski.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk peningkatan jaminan keamanan, mutu dan daya saing pangan olahan hasil peternakan.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita, mengatakan, kesepakatan kerja sama ini untuk meningkatkan jaminan keamanan dan mutu pangan olahan hasil peternakan guna perlindungan kesehatan masyarakat.

Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan peternak melalui peningkatan nilai tambah dan daya saing pangan olahan hasil peternakan.


Jaga Ketersediaan Pakan Ternak, Kementan Canangkan Gerakan PPB

"Kita berharap dengan kerja sama ini bisa mempercepat pencapaian izin edar bagi Unit Pengolahan Hasil (UPH) Peternakan," papar Ketut di Jakarta, Rabu (21/12).

Lebih lanjut Ketut menuturkan, kendala yang dihadapi UPH dalam mendapatkan izin edar produk olahan baik berupa izin edar Makanan Dalam (MD) yang dikeluarkan oleh BPOM maupun izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan cukup beragam. Kendala ini berupa‎ biaya pengurusan izin usaha, kesulitan memenuhi persyaratan teknis standar bangunan dan sarana prasarana pengolahan, proses produksi yang belum memenuhi cara produksi pangan olahan yang Baik (CPPOB), serta kesulitan memenuhi persyaratan administrasi terutama izin usaha.

Ketut menyampaikan, pencapaian target peningkatan izin edar bagi UPH Peternakan telah dikoordinasi dengan Badan POM sejak dari bulan April sampai Desember 2016. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut disepakati adanya Kesepakatan Bersama antara Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan dengan Deputi Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan POM dalam Peningkatan Jaminan Keamanan, Mutu dan Daya Saing pangan Olahan Hasil Peternakan.

Adapun, ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi penyusunan roadmap dan pedoman pelaksanaan kegiatan, pendampingan dalam rangka penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik(CPPOB), pemberian Bimbingan Teknis kepada UPH Peternakan, koordinasi dengan pemerintah daerah terkait dengan penerbitan izin usaha, fasilitasi sarana prasarana, sosialisasi pelaksanaan kegiatan kepada jajaran dan UPH Peternakan, peningkatan kompetensi SDM, pertukaran data dan informasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan, fasilitasi pengujian produk akhir, dan fasilitasi sertifikasi halal.

“Kerjasama ini diharapkan dapat berjalan sinergis dan berkelanjutan untuk menjamin keberlangsungan peningkatan jaminan keamanan, mutu, dan daya saing produk pangan olahan peternakan yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas Ketut.

 

Lagi! Peternak Ngeluh Belum Dapat Perhatian Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Riana