logo


Satu Bulan Usaha Teh Herbal, Pria Ini Bisa Balik Modal!

Menurut Azizy, usaha ini terhitung mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan untuk modal awal bisa dilakukan dengan Rp 5 juta.

20 Desember 2016 13:35 WIB

Effirman Azizy, produsen teh herbal Ruhama.
Effirman Azizy, produsen teh herbal Ruhama. Jitunews/Aditya Kurniawan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Seiring semakin tingginya permintaan masyarakat akan obat-obatan berbahan alami, teh herbal 'Ruhama' produksi Effirman Azizy mendapat respon yang cukup baik.

Menilik sejarahnya sendiri, pria paruh baya yang akrab disapa Azizy ini memulai usahanya sejak Januari 2009 silam. Azizy mengaku, sebelumnya ia pernah diserang penyakit tumor pada usus yang membuatnya harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit selama satu minggu. Karena penyakitnya, ia pun diharuskan mengonsumsi obat herbal seharga Rp 2,3 juta agar bisa pulih.

Dengan nominal harga obat yang harus ditebusnya secara rutin, Azizy pun merasa merasa 'terpukul'. Terlebih masa bakti Azizy di kantornya mendekati masa pensiun.

“Harga obatnya per bulan Rp 2,3 juta, sedangkan 1 tahun lagi saya pensiun. Saya bingung, hingga pada akhirnya saya coba-coba membuat racikan teh dari dedaunan. Ilmunya saya dapat dari buku-buku herbal,” ujar mantan karyawan Perumnas yang pensiun tahun 2008 saat ditemui Jitunews.com beberapa waktu lalu.


Pensiunan Perumnas Ini Sukses Ciptakan Produk Teh Herbal Unggulan

Yang menakjubkan, selang satu bulan usaha, penjualan teh herbal Azizy ternyata bisa mencapai 1.000 kantung dengan omzet sekitar Rp 16 juta. Ia pun mengaku hanya membutuhkan waktu satu bulan untuk balik modal.

Menurut Azizy, berbeda dari produk teh yang beredar di pasaran, ia membuat teh herbal dengan penambahan sirih merah, sirih hijau, kumis kucing, daun salam, daun mint, dan pegagan. Ditambahkannya, teh herbalnya sendiri baik dikonsumsi untuk mereka yang sakit diabetes, hepatitis, batu ginjal, kolesterol, stroke, asam urat, hipertensi, liver, prostate, radang, maag, keputihan, nyeri sendi, dan infeksi saluran cerna.

Menyoal proses pembuatan teh herbalnya sendiri, Azizy mengaku bahwa prosesnya tidak terlalu sulit. Pertama, daun teh di jemur hingga 4-5 hari sampai kadar air mencapai kira-kira hanya 14% atau daun menjadi kering dan ketika diremas daunnya akan hancur. Kemudian, haluskan seluruh bahan baku secara terpisah dengan menggunakan blender, dan ayak hasil bahan baku yang sudah proses blender agar menghasilkan teh herbal yang halus, kemudian taruh pada toples-toples secara terpisah.

Selanjutnya, campur 1 kg teh hijau dengan 5 gram sirih merah, 5 gram sirih hijau, 5 gram kumis kucing, 5 gram daun salam, 5 gram daun mint dan 5 gram pegagan. Dikatakan Azizy, proses pencampuran ini tidak menggunakan alat, hanya memakai sendok dan diukur dengan timbangan.

Setelah itu, bahan-bahan yang telah sempurna tercampur dikemas ke dalam plastik klip obat 5 x 8 cm dengan isi 6 gram, lalu kemas lagi dalam paper bag berwarna coklat ukuran 8 x 20 x 6 cm berisi 10 kemasan plastik. Bisa juga dikemas dalam botol isi 100 gr.

Selama berjalannya usaha ini, Azizy mengaku tidak mengalami kendala yang berarti mulai dari produksi hingga pemasaran. Menurutnya, usaha ini terhitung mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan untuk modal awal bisa dilakukan dengan Rp 5 juta.

Dan melihat perkembangan obat herbal yang semakin banyak dicari, kata Azizy, maka peluang usaha untuk pembuatan teh herbal ini pun sangat menjanjikan. ia pun menambahkan bahwa pelaku usaha pembuatan teh herbal ini masih sangat jarang untuk di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

“Tidak hanya untuk produk teh, produk herbal yang lain masih dapat dikembangkan lagi,” pungkasnya.

Karena itu, Azizy juga sudah mengembangkan produk-produk herbal lain, terutama beberapa variasi teh herbal seperti teh herbal cinnamon, teh celup slimmer tea Sari Ratu, slimmer tea Sari Ratu botol, kapsul slimmer Sari Ratu, benalu sarang semut papua, teh herbal sirsak, dan kapsul daun sirsak.

 

 

ini Dia Faedah Jitu Teh Sirih Merah 'Ruhama'

Halaman: 
Penulis : Riana