logo


Kementrian Pertanian Bantah Pasok Padi Berbakteri

Pernyataan Ketua Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB yang menyebut pasokan padi Hibrida dari pemerintah mengandung Bakteri dibantah oleh Kementan

20 Desember 2016 10:02 WIB

Petani menanam padi.
Petani menanam padi. Jitunews/Iin Nurfaridah

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pernyataan Ketua Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB Suryo Wiyono yang menyebut pasokan padi Hibrida dari pemerintah melalui kementrian mengandung Burkholderia Glumae dibantah oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

"Kemungkinkan Sangat Kecil Ahok Tidak Masuk Penjara"

Kementerian Pertanian melalui Kepala Biro Humas dan Informasi Kementan, Agung Hendriadi memberi penjelasan atas pernyataan tersebut.


Polri : Media Sosial Jangan Dipakai untuk Sebarkan Fitnah

Menurut Agung Hendriadi, penelitian yang dilakukan Suryo Wiyono di 2 lokasi yakni Kabupaten Tegal dan Blitar tidak mewakili sampel dari penanaman padi hibrida di banyak tempat seperti Kalimantan, Sumatera, Jawa, NTB dan Sulawesi.

"Artinya hasil penelitiannya Dr. Suryo Wiyono tidak mewakili karena padi hibrida ditanam di banyak tempat. Ada Kalimantan, Sumatera, Jawa, NTB dan Sulawesi yang mempunyai produktivitas tinggi hingga 13 ton per hektar (ha)," ucap Agung Hendriadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tergantung China

Agung juga menjelaskan bahwa total pertanaman hibrida di Indonesia tidak mencapai 1 persen dari total pertanaman padi Indonesia. Dia menilai pernyataan Dr. Suryo Wiyono bahwa bakteri itu menyebar seluruh pulau Jawa sangat tidak tepat sehingga meresahkan masyarakat.

Penyebaran Bakteri Burkholderia Glumae di Indonesia diakui oleh Kepala Balai Besar Penelitian Padi, Muhamad Ismail. Bakteri tersebut memang telah lama ada sejak 1987 dan merupakan bakteri tipe A2 yang dapat dikendalikan.

Oktober 2016, Utang Luar Negeri Tumbuh Lambat

Di sisi lain, Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Ibrahim Saragih menegaskan pengembangan benih padi hibrida di Indonesia telah memberikan hasil yang bagus yakni 14 ton per ha. 

 

Beda Cara Basmi Hama Keong di Jawa Timur dan Jawa Tengah

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama