logo


Mabes TNI Bantah Panglima TNI Beri Ceramah di Markas Ormas Islam

Panglima TNI disebut-sebut memberikan ceramah di markas salah satu ormas Islam dan memprovokasi peserta dengan isu Tenaga Kerja Asing asal China

20 Desember 2016 09:41 WIB

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI membantah kabar tentang Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang memberi ceramah di markas salah satu Ormas Islam di Petamburan Jakarta Pusat pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 11 Desember 2016 lalu.

Ahok Mengaku Dapat Dana Operasional Gubernur DKI Sebesar Rp 2 Miliar

“Isu yang beredar tentang ceramah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, adalah isu yang sama sekali tidak benar dan tidak bertanggungjawab,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto di Cilangkap, Jakarta Timur,  dalam keterangan pers yang diterima Jitunews.com, Senin (19/12/2016).

Wuryanto menegaskan bahwa pada hari Minggu, tanggal 11 Desember 2016, pukul 18.30 WIB, Panglima TNI didampingi Ibu Nenny Gatot Nurmantyo mengantar keberangkatan Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara dalam rangka kunjungan kerja ke India dan Iran, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.


Jenderal Gatot: Heli Bell 412 Lost Contact Saat Melaksanakan Tugas

Jenderal Gatot: Ancaman Tidak Hanya Berasal dari Aksi Aktor Negara

Ia melanjutkan, pada hari Senin, tanggal 12 Desember 2016, Panglima TNI didampingi Pejabat Teras Mabes TNI melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD).  Selama kegiatan di Provinsi NAD, Panglima TNI beserta rombongan meninjau langsung korban gempa bumi yang terjadi di Kab. Pidie Jaya, serta memberikan bantuan berupa makanan cepat saji, obat-obatan, rumah sakit lapangan, tim medis dan alat berat TNI.
 
Kapuspen TNI mengingatkan, rumor adanya ceramah provokatif yang dilakukan Gatot yang menyinggung tenaga kerja asing asal China tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Rumor yang beredar menyebutkan, dalam ceramah di markas sebuah ormas Islam, Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan, "oleh sebab itu, lanjut Panglima TNI, kita wajib berhati-hati karena saat ini China komunis mulai mengobok-obok negeri ini, mereka memasukan banyak tenaga kerja ke Indonesia dan minggu lalu Presiden mengingatkan kepada pengusaha untuk  menggunakan Yuan.”

Menurut Kapuspen TNI, kalimat tersebut tidak pernah diucapkan oleh Gatot Nurmantyo.

“Dalam kutipan paragraf tersebut, ditulis seolah-olah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang menyampaikan ceramah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW, namun faktanya ceramah tersebut bukan disampaikan oleh Panglima TNI. Ini semua adalah rekayasa,” tegas Wuryanto.
 
Wuryanto melanjutkan, isu pemberitaan tersebut telah mencemarkan nama baik Panglima TNI Jenderal secara pribadi maupun institusi TNI.

Jenderal Gatot Puji Senjata Buatan PT Pindad yang Diakui Dunia
 
Wuryanto menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia dimanapun berada, agar lebih waspada dan selektif dalam memilah dan memilih informasi yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab melalui media massa, khususnya media sosial.

Jenderal Gatot: Ancaman Tidak Hanya Berasal dari Aksi Aktor Negara

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas