logo


Beda Cara Basmi Hama Keong di Jawa Timur dan Jawa Tengah

Dua cara itu, baik yang dilakukan petani di Magetan, Jawa Timur maupun di Banyumas, Jawa Tengah, tentu saja memakan waktu, tenaga dan biaya para petani.

18 Desember 2016 12:00 WIB

Seorang ibu tengah memungut Keong di dalam petakan sawahnya
Seorang ibu tengah memungut Keong di dalam petakan sawahnya Ist.

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Hama keong telah menimbulkan keresahan sekaligus kerugian bagi petani. Populasinya yang cepat tersebar membuat petani kesulitan cara untuk mengatasinya. Memang, tidak mudah memberantas  hewan yang bernama latin Pomacea canaliculata ini.

Selain karena penyebarannya yang cepat, juga karena belum adanya pestisida untuk memberantasnya. Petani harus memungutnya satu per satu dari sawah jika hendak menghilangkannya. Berkaitan dengan cara pembasmian hama keong, ada perbedaan cara membasmi hama keong di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Cara Petani di Jawa Timur

Di Jawa Timur, contohnya di daerah Magetan, petani memberantas hama keong dengan cara manual. Mereka memungut keong satu per satu dan membakarnya. Mereka masuk ke tengah-tengah sawah untuk mengambil keong yang menempel di tanaman padi dan di dalam lumpur.

Mereka beralasan, hingga kini belum ada pestisida untuk memberantas keong. Mereka mengaku harus terus mengerjakan sawah mereka karena desakan kebutuhan ekonomi.

Selain memungut keong satu per satu di tengah sawah, cara lain yang dilakukan petani adalah dengan membuat parit di sudut-sudut petakan. Hal ini dimaksudkan agar keong-keong yang berkeliaran memiliki tempat untuk bertelur dan berkumpul.

Sehingga petani lebih mudah untuk memungutnya. Ada juga cara pemberantasan manual lainnya yang dilakukan petani di Magetan. Yaitu, dengan menggunakan daun pepaya. Caranya, daun papaya diletakkan di sekitar padi yang banyak dikerumuni keong. Keong akan berkumpul di daun papaya itu. Sehingga, petani tak akan sulit untuk memungutnya.

Cara Petani di Jawa Tengah

Kelompok Tani Jati Jaya di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah punya cara jitu memberangus hama keong ini. Untuk memberantas keong, mereka menggunakan pelepah talas (Xanthosoma roseumlalu).

Pelepah talas diletakkan di tepi petakan sawah. Pelepah talas sebelumnya dikupas terlebih dulu baru kemudian diletakkan di petakan sawah secara berjejer dengan jarak antar pelepah 1 meter. Pelepah talas ini bermanfaat sebagai atraktan.

Dua langkah itu, baik yang dilakukan petani di Magetan, Jawa Timur maupun di Banyumas, Jawa Tengah, tentu saja memakan waktu, tenaga dan biaya para petani. Mereka harus menanam ulang padi mereka karena padi yang telah ditanam pada musim tanam sebelumnya ludes dilahap keong.


Prabowo Berapi-Api Ingatkan Generasi Milenial, Netizen Nangis!

Dengan demikian, musim panen mereka tertunda. Akibatnya, penghasilan pun semakin tak menentu. Hanya kesabaran dan kegigihan para petani lah yang dapat mengalahkannya.

Orasi Ilmiah, Edi Santoso Bicara Soal Pangan Lokal di Era Milenium

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas